
Berdasarkan survei dari ZipRecruiter terhadap 1.500 lulusan yang sedang mencari kerja, ditemukan bahwa beberapa jurusan masuk dalam kategori Jurusan Kuliah Paling Disesali. Menariknya, sebagian besar dari mereka sebenarnya menikmati masa kuliah. Masalah baru muncul setelah lulus, terutama soal gaji dan peluang kerja.
Ekonom utama ZipRecruiter, Sinem Buber, menjelaskan bahwa realita finansial sering jadi faktor utama penyesalan. Banyak lulusan akhirnya sadar kalau passion saja nggak cukup tanpa dukungan penghasilan yang stabil.
Nah, berikut ini daftar lengkap Jurusan Kuliah Paling Disesali Setelah Lulus, lengkap dengan alasan kenapa banyak yang menyesal.
Jurnalisme (87%)
Jurusan ini jadi yang paling tinggi tingkat penyesalannya. Banyak mahasiswa masuk karena suka menulis, liputan, atau dunia media. Tapi setelah lulus, realitanya cukup berat.
Gaji awal di industri media sering tergolong rendah, apalagi untuk fresh graduate. Selain itu, persaingan kerja juga ketat karena banyaknya lulusan dengan skill serupa.
Di sisi lain, perubahan industri media digital membuat banyak perusahaan mengurangi tenaga kerja. Hal ini bikin peluang kerja makin sempit.
Kenapa disesali?
- Gaji awal rendah
- Jam kerja tidak menentu
- Persaingan tinggi
- Industri tidak stabil
Sosiologi (72%)
Sosiologi sebenarnya menarik karena membahas perilaku sosial dan masyarakat. Tapi sayangnya, jurusan ini sering dianggap kurang “marketable” di dunia kerja.
Banyak lulusan akhirnya bekerja di bidang yang nggak relevan dengan jurusan. Ini yang bikin muncul perasaan jurusan kuliah paling disesali.
Kenapa disesali?
- Pilihan karier terbatas
- Sulit dapat pekerjaan sesuai jurusan
- Harus lanjut studi untuk peluang lebih baik
Seni (72%)
Jurusan seni memang cocok buat yang kreatif. Tapi dunia kerja di bidang ini nggak selalu menjanjikan secara finansial.
Banyak lulusan seni yang akhirnya bekerja freelance atau proyekan. Penghasilannya pun tidak stabil.
Kenapa disesali?
- Pendapatan tidak menentu
- Persaingan tinggi
- Butuh koneksi kuat
Komunikasi (64%)
Jurusan komunikasi termasuk populer. Banyak yang tertarik karena terlihat fleksibel dan luas.
Namun kenyataannya, justru karena terlalu umum, lulusan komunikasi harus bersaing dengan banyak orang dari berbagai latar belakang.
Kenapa disesali?
- Terlalu general
- Persaingan luas
- Skill harus ditambah sendiri
Pendidikan (61%)
Jurusan pendidikan sering dipilih karena panggilan hati. Tapi setelah lulus, banyak yang merasa realitanya nggak seindah ekspektasi.
Gaji guru, terutama di awal karier, sering dianggap kurang memadai. Selain itu, proses menjadi ASN juga tidak mudah.
Kenapa disesali?
- Gaji relatif kecil
- Proses karier panjang
- Beban kerja tinggi
Manajemen Marketing + Riset (60%)
Jurusan ini sebenarnya punya peluang kerja cukup luas. Tapi banyak lulusan merasa gaji awal tidak sebanding dengan ekspektasi.
Selain itu, target kerja di bidang marketing sering tinggi dan penuh tekanan.
Kenapa disesali:
- Tekanan kerja tinggi
- Target berat
- Gaji awal kurang memuaskan
Pendamping Medis (56%)
Jurusan ini berhubungan dengan dunia kesehatan, seperti asisten medis atau tenaga pendukung.
Sayangnya, banyak lulusan merasa posisi kerja mereka kurang dihargai secara finansial dibanding tenaga medis utama.
Kenapa disesali:
- Gaji tidak tinggi
- Jam kerja panjang
- Beban kerja berat
Ilmu Politik dan Pemerintahan (56%)
Jurusan ini sering diminati karena terlihat prestisius. Tapi peluang kerja di bidang ini cukup spesifik.
Banyak lulusan akhirnya bekerja di bidang lain karena sulit masuk ke sektor pemerintahan atau politik.
Kenapa disesali:
- Peluang kerja terbatas
- Butuh koneksi kuat
- Persaingan tinggi
Biologi (52%)
Biologi sering jadi pilihan bagi yang suka sains. Tapi tanpa pendidikan lanjutan, peluang kerjanya cukup terbatas.
Banyak lulusan biologi harus melanjutkan studi untuk mendapatkan posisi kerja yang lebih baik.
Kenapa disesali:
- Butuh pendidikan lanjutan
- Peluang kerja terbatas
- Gaji awal rendah
Sastra Inggris (52%)
Jurusan ini cukup populer karena dianggap fleksibel. Tapi kenyataannya, banyak lulusan merasa skill mereka terlalu umum.
Bahasa Inggris kini dianggap sebagai kemampuan dasar, bukan keahlian khusus.
Kenapa disesali:
- Skill dianggap umum
- Persaingan tinggi
- Harus punya skill tambahan
(Sumber: CNBC Indonesia)
Kenapa Banyak yang Salah Pilih Jurusan?

Fenomena Jurusan Kuliah Paling Disesali ini bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor utama yang bikin banyak orang merasa salah jurusan setelah lulus.
- Banyak yang memilih jurusan berdasarkan minat tanpa mempertimbangkan prospek kerja. Padahal, dunia kerja punya standar yang berbeda.
- Kurangnya riset sebelum memilih jurusan. Banyak calon mahasiswa hanya ikut-ikutan teman atau tren.
- Perubahan kondisi industri. Jurusan yang dulu menjanjikan, bisa saja sekarang sudah tidak relevan.
Tips Biar Nggak Salah Pilih Jurusan
Supaya kamu nggak masuk daftar yang menyesal, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan sebelum memilih jurusan kuliah.
- Kenali minat dan kemampuan diri. Jangan cuma ikut tren.
- Cari tahu prospek kerja jurusan tersebut. Lihat peluang kerja dan kisaran gajinya.
- Pertimbangkan perkembangan industri ke depan. Pilih bidang yang masih relevan.
- Siapkan skill tambahan. Di era sekarang, satu jurusan saja nggak cukup.
Daftar Jurusan Kuliah Paling Disesali ini bukan berarti jurusan tersebut buruk. Semua jurusan tetap punya peluang sukses, tergantung bagaimana kamu menjalani dan mengembangkan diri.
Yang bikin banyak orang menyesal biasanya bukan jurusannya, tapi kurangnya persiapan menghadapi dunia kerja.
Jadi, sebelum memilih jurusan, pastikan kamu sudah mempertimbangkan semuanya dengan matang. Jangan sampai keputusan yang diambil sekarang justru jadi penyesalan di masa depan.
Baca Juga: Hari Pendidikan Nasional 2026: Tema Resmi, Sejarah, dan Makna Hardiknas




