
Destry Damayanti resmi ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs.) Gubernur Bank Indonesia menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri pada akhir Juli 2026. Penunjukan ini langsung menarik perhatian luas publik dan pelaku ekonomi nasional karena Bank Indonesia memegang peranan sentral dalam mengawal stabilitas moneter negara.
Langkah penetapan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di otoritas bank sentral. Sebagai ekonom senior yang berakar kuat di sektor keuangan, kehadiran sosoknya dinilai mampu memberikan kepastian dan ketenangan bagi pasar keuangan domestik maupun internasional.
Siapa Destry Damayanti?
Sosok ekonom senior ini kini mengemban tanggung jawab sebagai Pejabat Sementara (Pjs.) Gubernur Bank Indonesia. Sebelum menjalankan tugas kepemimpinan sementara ini, ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang telah dikukuhkan sejak tahun 2019.
Tokoh perempuan kelahiran Jakarta pada 16 Desember 1963 ini memiliki rekam jejak profesional selama lebih dari tiga dekade. Pengalaman kariernya membentang di berbagai sektor penting, mulai dari lingkungan akademik, perbankan komersial, pasar modal, lembaga penjaminan simpanan, hingga birokrasi pemerintahan.
Di luar kiprah profesionalnya di dunia ekonomi makro, ia juga dikenal memiliki latar belakang yang unik di bidang olahraga. Pada masa mudanya, ia merupakan atlet tenis nasional yang pernah bertanding membawa nama bangsa di ajang Pekan Olahraga Nasional hingga SEA Games.
Destry Damayanti Ditunjuk sebagai Pjs Gubernur BI

Penunjukan dirinya sebagai Pejabat Sementara (Pjs.) Gubernur Bank Indonesia bermula dari pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya pada akhir Juli 2026. Pengunduran diri tersebut dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara.
Berdasarkan kerangka regulasi Undang-Undang Bank Indonesia, apabila posisi Gubernur BI mengalami kekosongan, maka tugas dan wewenangnya secara otomatis dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang digelar pada 26 Juli 2026 secara resmi menyepakati penetapan ini.
Mekanisme otomatisasi ini bertujuan untuk menjamin keberlanjutan fungsi moneter serta mencegah potensi gangguan pada sistem keuangan nasional. Pelaksanaan tugas pimpinan sementara ini akan berlangsung sampai Presiden mengajukan nama calon dan Dewan Perwakilan Rakyat menetapkan Gubernur Bank Indonesia definitif sesuai dengan prosedur tata negara.
Pendidikan Destry Damayanti
Latar belakang akademis yang solid menjadi fondasi penting bagi pemikiran dan kapasitas kepemimpinannya di bidang ekonomi makro. Ia menempuh jenjang pendidikan tinggi di institusi bereputasi di dalam maupun luar negeri.
Berikut adalah riwayat Pendidikan Destry Damayanti berdasarkan data resmi:
- Sekolah Menengah Atas: Menyelesaikan masa pendidikan tingkat menengah di SMAN 3 Jakarta.
- Pendidikan Sarjana (S1): Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada Januari 1989.
- Pendidikan Pascasarjana (S2): Meraih gelar Master of Science (M.Sc.) dalam bidang Regional Science dari Cornell University, Ithaca, New York, Amerika Serikat, pada tahun 1992.
Pendalaman ilmu ekonomi regional dan makro yang diperolehnya di Cornell University memberikan perspektif analisis yang kuat mengenai keterkaitan antarsektor dan struktur ekonomi daerah maupun nasional.
Perjalanan Karier Destry Damayanti
Rekam jejak dan Perjalanan Karier Destry Damayanti mencerminkan penguasaan lintas sektor di industri keuangan nasional. Ia berpengalaman mengombinasikan perspektif analisis akademis, pengawasan publik, serta dinamika perbankan dan pasar modal.
Berikut adalah riwayat karier profesionalnya yang tersusun secara kronologis:
- Riset dan Akademik
Mengawali pengabdian sebagai peneliti di Institut Manajemen FE UI (1989-1990) dan PAU Ekonomi FE UI (1993-1995), serta pernah menjadi peneliti dan pengajar di FE UI (2005-2006). - Birokrasi dan Diplomasi
Menjabat sebagai staf analis di Badan Analisa Keuangan dan Moneter (BAKM) Kementerian Keuangan (1992-1997) dan Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia (2000-2003). - Pasar Modal dan Perbankan
Berkarier sebagai ekonom di Citibank Indonesia (1997-2000), Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas (2005-2011), dan Kepala Ekonom Bank Mandiri (2011-2015). - Tugas Strategis Pemerintahan
Dipercaya menjabat Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN (2014-2015) dan bertugas sebagai Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Pimpinan KPK pada tahun 2015. - Pengawasan Sektor Keuangan
Mengemban tugas sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015-2019 dan sempat menjabat Komisaris Independen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada tahun 2017. - Bank Sentral
Ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia dua periode (2019-2024 dan 2024-2029), sebelum akhirnya menjalankan mandat Pejabat Sementara Gubernur BI.
Tugas dan Peran Pjs Gubernur BI
Dalam kapasitasnya sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI, Destry Damayanti mengemban mandat perundang-undangan untuk memimpin pelaksanaan tugas bank sentral. Pelaksanaan tugas kepemimpinan di Bank Indonesia tetap dijalankan melalui tata kelola kolektif-kolegial bersama para Anggota Dewan Gubernur lainnya.
Beberapa tugas dan fungsi utama yang dilaksanakan oleh Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia meliputi:
- Menjaga Stabilitas Kelembagaan
Memastikan seluruh fungsi organisasi dan operasional internal Bank Indonesia tetap berjalan efektif tanpa hambatan selama masa transisi. - Memimpin Pelaksanaan Tugas Bank Sentral
Mengkoordinasikan perumusan dan pelaksanaan kebijakan guna memelihara stabilitas nilai tukar Rupiah serta mengendalikan laju inflasi. - Memastikan Kebijakan Tetap Berjalan
Menjamin kontinuitas arah kebijakan (policy stance) moneter, sistem pembayaran digital, dan makroprudensial demi menopang pertumbuhan ekonomi. - Mempersiapkan Transisi Kepemimpinan
Menjaga iklim pasar keuangan tetap kondusif hingga penetapan Gubernur BI definitif oleh otoritas berwenang.
Mengapa Penunjukan Destry Damayanti Menjadi Sorotan?
Penunjukan pimpinan baru di bank sentral selalu menjadi pusat perhatian para pelaku pasar, akademisi, dan masyarakat luas. Hal ini tidak terlepas dari posisi strategis Bank Indonesia sebagai otoritas independen yang mengawal stabilitas ekonomi nasional.
Pasar keuangan sangat peka terhadap perubahan kepemimpinan di jajaran pembuat kebijakan moneter. Kehadiran tokoh pengganti Perry Warjiyo yang memiliki rekam jejak panjang di industri perbankan dan pasar modal memberikan sinyal ketenangan bagi pelaku pasar.
Kebijakan yang dihasilkan oleh Kepemimpinan Bank Indonesia berdampak langsung pada berbagai indikator krusial, seperti tingkat inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, ketersediaan kredit perbankan, dan kelancaran sistem pembayaran. Oleh karena itu, kesinambungan arahan Kebijakan Bank Indonesia sangat penting untuk memelihara kepercayaan dunia usaha dan investor.
Penutup
Penunjukan Destry Damayanti sebagai Pejabat sementara (Pjs.) Gubernur Bank Indonesia merupakan bagian dari mekanisme konstitusional untuk menjamin kepastian tata kelola moneter negara. Kombinasi latar belakang pendidikan formal yang kuat dan pengalaman panjang di berbagai institusi keuangan menjadi modal berharga dalam memimpin bank sentral di masa transisi.
Langkah transisi ini menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus menjalankan tugas perundang-undangan secara konsisten dan akuntabel. Seluruh pemangku kepentingan kini mencermati proses transisi menuju penetapan pejabat gubernur definitif, sembari memastikan stabilitas perekonomian nasional tetap terjaga dengan baik.
Baca Juga: Universitas Republik Indonesia: Apa Itu, Tujuan, dan Benarkah Jadi Jalur Masuk PNS?




