
Peringatan Hari Aksara Internasional 2026 kembali menyapa masyarakat dunia pada Selasa, 8 September 2026. Momentum tahun ini terasa istimewa karena menandai enam dekade atau 60 tahun perjalanan kampanye keaksaraan global sejak pertama kali diproklamasikan oleh UNESCO. Peringatan ini juga dikenal luas oleh masyarakat dunia sebagai momentum Hari Literasi Internasional 2026.
Peringatan tahunan ini menegaskan kembali bahwa kemampuan membaca dan menulis bukan sekadar kecakapan teknis di ruang kelas. Literasi merupakan hak asasi paling mendasar yang membuka pintu kesempatan, martabat kemanusiaan, serta kemandirian hidup bagi setiap orang di berbagai belahan dunia.
Hari Aksara Internasional 2026 Diperingati Kapan?
Peringatan Hari Aksara Internasional 2026 jatuh pada hari Selasa, 8 September 2026. Di tingkat internasional, agenda penting ini diperingati dengan nama resmi International Literacy Day.
Tanggal peringatan ini bersifat tetap dan dirayakan pada tanggal 8 September setiap tahunnya. Sejak pertama kali ditetapkan puluhan tahun lalu, tanggal tersebut tidak pernah berubah dan selalu menjadi pengingat global bagi pemerintah, pendidik, dan komunitas untuk terus memperluas akses pendidikan keaksaraan.
Tema Hari Aksara Internasional 2026
Menyambut perayaan tahun ini, UNESCO menetapkan tema resmi International Literacy Day 2026, yaitu “Literacy for people, the planet and prosperity”. Dalam terjemahan Bahasa Indonesia yang luwes, tema Hari Aksara Internasional 2026 ini bermakna “Literasi untuk Manusia, Planet, dan Kemakmuran”.
Tema resmi tersebut mengaitkan kecakapan literasi secara langsung dengan tiga pilar penting dalam keberlanjutan hidup:
- Manusia dan kehidupan bermasyarakat
Literasi membekali setiap orang dengan rasa percaya diri, kesetaraan hak, otonomi diri, dan kemampuan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. - Lingkungan dan masa depan berkelanjutan
Literasi ekologis membantu warga memahami krisis lingkungan, mengelola risiko bencana, serta menjaga kelestarian alam demi masa depan bumi. - Peluang ekonomi dan kesejahteraan
Penguasaan keaksaraan membuka jalan menuju keterampilan kerja baru, memperluas kesempatan usaha mandiri, dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi. - Fondasi pembangunan berkelanjutan
Literasi berperan sebagai penggerak utama dalam membangun masyarakat yang adil, inklusif, damai, dan berdaya saing di tengah perubahan zaman.

Sejarah Hari Aksara Internasional
Latar belakang sejarah Hari Aksara Internasional berakar dari konferensi para menteri pendidikan sedunia yang dihelat di Teheran, Iran, pada September 1965. Konferensi tersebut melahirkan kesepakatan penting bahwa pemberantasan buta huruf bukan hanya masalah teknis pendidikan dasar, melainkan kunci utama bagi pembebasan sosial dan kemajuan ekonomi masyarakat.
Aspirasi global tersebut kemudian ditindaklanjuti secara resmi oleh UNESCO. Melalui Sidang Konferensi Umum ke-14 pada 26 Oktober 1966, UNESCO memproklamasikan tanggal 8 September sebagai hari keaksaraan internasional. Satu tahun setelah diproklamasikan, peringatan pertama perayaan ini diselenggarakan serentak di seluruh dunia pada 8 September 1967.
Sejak saat itu, setiap tanggal 8 September dijadikan momentum tahunan untuk meninjau kemajuan pemberantasan tuna aksara. Tahun 2026 menghadirkan momentum bersejarah karena menandai 60 tahun sejak hari literasi sedunia ini pertama kali diproklamasikan oleh UNESCO.
Tujuan Hari Aksara Internasional

Peringatan keaksaraan dunia diselenggarakan untuk mengukuhkan posisi literasi sebagai hak asasi manusia yang mendasar. Beberapa tujuan Hari Aksara Internasional yang ingin dicapai antara lain:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat global akan pentingnya kemampuan membaca, menulis, dan berhitung sebagai fondasi martabat pribadi.
- Mendorong perluasan akses pendidikan dasar yang inklusif dan merata bagi anak-anak, generasi muda, hingga warga dewasa.
- Mendukung budaya pembelajaran sepanjang hayat agar masyarakat terus relevan dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
- Mengurangi kesenjangan literasi yang masih terjadi di wilayah pedesaan terpencil maupun disparitas gender yang dialami kaum perempuan.
- Mendorong terciptanya tatanan masyarakat yang lebih inklusif, toleran, dan siap menghadapi tantangan global secara berkelanjutan.
Mengapa Literasi Penting dalam Kehidupan?
Dalam kehidupan modern, arti keaksaraan berkembang jauh melampaui kemampuan mengeja huruf dan membaca kalimat. Literasi masa kini diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk memahami, menganalisis, serta memanfaatkan informasi secara cerdas guna menyelesaikan permasalahan hidup.
Kecakapan literasi memiliki hubungan erat dengan berbagai aspek kehidupan:
- Akses pendidikan dan ilmu
Pemahaman membaca yang baik menjadi modal awal bagi siapa saja untuk mempelajari pengetahuan baru dan mengasah logika berpikir. - Peluang pekerjaan dan karier
Dunia kerja saat ini membutuhkan tenaga kerja yang mampu mengolah data, berkomunikasi secara tertib, dan beradaptasi dengan teknologi baru. - Kehidupan sosial
Kemampuan bernalar yang matang memudahkan warga berinteraksi secara santun, menghargai keberagaman budaya, dan aktif bermusyawarah di lingkungan masyarakat. - Pengambilan keputusan
Keterampilan mengolah informasi membantu seseorang memilih layanan kesehatan yang tepat, mengelola keuangan keluarga, dan membuat keputusan penting secara rasional. - Akses informasi dan teknologi
Pemahaman informasi yang sehat melindungi masyarakat dari bahaya hoaks, penipuan digital, dan manipulasi data di media sosial. - Pertumbuhan ekonomi
Masyarakat dengan budaya membaca yang kuat lebih siap melahirkan inovasi lokal dan memajukan perekonomian daerah.
Fakta Literasi Global
Meskipun kemajuan teknologi informasi melaju dengan cepat, tantangan keaksaraan di tingkat global masih menjadi persoalan besar. Data resmi dari UNESCO menunjukkan realitas yang memerlukan perhatian serius:
- Sekitar 739 juta remaja dan orang dewasa di dunia masih belum memiliki kemampuan literasi dasar pada 2024.
- Sekitar 4 dari 10 anak usia sekolah dasar di dunia belum mampu mencapai tingkat kemahiran membaca minimum.
- Terdapat sekitar 272 juta anak dan remaja yang berada di luar bangku sekolah pada tahun 2023, sehingga menghadapi risiko buta aksara pada usia dewasa.
Data ini membuktikan bahwa kesenjangan akses pendidikan masih nyata terjadi. Sebagian besar kantong tuna aksara berada di wilayah terisolasi, dengan populasi perempuan mencakup mayoritas dari orang dewasa yang belum bisa membaca di dunia.
Peringatan Hari Aksara Internasional 2026 di Meksiko
Perayaan global tahun ini mengusung makna istimewa seiring peringatan 60 tahun gerakan keaksaraan sedunia. Sebagai pusat peringatan dunia, UNESCO bekerja sama dengan Pemerintah Meksiko untuk menyelenggarakan rangkaian perayaan global pada 8–9 September 2026 di Negara Bagian Chiapas, Meksiko.
Rangkaian acara internasional ini dijadwalkan berlangsung melalui beberapa agenda penting:
- Pembukaan pada 8 September 2026 dipusatkan di tengah komunitas adat San Juan Chamula, yang membawa pesan kuat mengenai penghormatan terhadap bahasa daerah dan masyarakat adat.
- Rangkaian konferensi tingkat tinggi dan dialog kebijakan pendidikan berikutnya akan diselenggarakan di kota San Cristóbal de las Casas.
- Penganugerahan penghargaan bergengsi UNESCO International Literacy Prizes 2026 untuk mengapresiasi berbagai inisiatif literasi inovatif dan inspiratif dari berbagai negara.
Pelaksanaan agenda ini mencerminkan komitmen global bahwa perjuangan meningkatkan literasi harus merangkul semua kelompok masyarakat tanpa memandang latar belakang dan letak geografis.
Makna Hari Aksara Internasional 2026
Menghayati makna Hari Aksara Internasional 2026 mengajak kita menyadari kembali pentingnya literasi di tengah dunia yang terus berubah. Mengusung tema “Literacy for people, the planet and prosperity”, perayaan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan dorongan bagi setiap negara untuk memperkuat kecakapan warganya.
Literasi menghubungkan martabat manusia dengan tanggung jawab menjaga bumi dan menciptakan kemakmuran bersama. Melalui kemampuan literasi yang fungsional, seseorang dapat merawat kesehatan keluarganya, menjaga kelestarian lingkungan sekitar, serta mengambil peluang ekonomi baru.
Di tengah derasnya arus disinformasi dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan, kecakapan bernalar kritis menjadi pelindung utama masyarakat. Oleh karena itu, peringatan Hari Aksara 2026 menggarisbawahi bahwa keaksaraan adalah modal sosial paling penting dalam membangun masyarakat yang adil, toleran, dan berdaya saing tinggi.
Penutup
Peringatan Hari Aksara Internasional 2026 pada 8 September 2026 menjadi momen refleksi berharga atas dedikasi enam dekade dalam memperluas akses keaksaraan di dunia. Lewat tema “Literacy for people, the planet and prosperity”, keaksaraan kembali ditempatkan sebagai hak dasar kemanusiaan yang menopang kelestarian lingkungan dan kemakmuran bersama.
Upaya memajukan literasi bukan hanya tanggung jawab lembaga resmi atau organisasi dunia, melainkan tugas bersama yang dimulai dari keluarga, ruang kelas, hingga komunitas lokal. Mari jadikan semangat peringatan 8 September Hari Aksara ini sebagai langkah nyata untuk terus mencintai buku, memperluas wawasan, dan berbagi pengetahuan bagi kemajuan generasi mendatang.
Baca Juga: Buku Islam Ala Prabowo Kembali Viral, Ini Isi, Penulis, dan Polemik Nama Kontributor
