Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Terbaru Pengganti Purbaya

Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Terbaru Pengganti Purbaya

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Senin, 14 September 2026 di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan ini menempatkan figur ekonom senior tersebut ke posisi bendahara negara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang telah menjabat selama kurang lebih satu tahun.

Langkah pergantian ini tidak mengejutkan banyak pihak di sektor ekonomi nasional. Suahasil bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan karena sebelumnya ia telah bertahun-tahun mengabdi sebagai Wakil Menteri Keuangan, sehingga sangat menguasai seluk-beluk kebijakan anggaran dan manajemen kas negara.

Profil Suahasil Nazara

Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Terbaru Pengganti Purbaya

Prof. Suahasil Nazara, S.E., M.Sc., Ph.D. dikenal luas sebagai akademisi dan ekonom berkaliber tinggi di tanah air. Sebelum menduduki kursi nomor satu di Kementerian Keuangan, pria kelahiran Jakarta, 23 November 1970 ini mendedikasikan sebagian besar kariernya untuk riset ekonomi publik, kebijakan desentralisasi fiskal, serta analisis makroekonomi.

Kehadiran Suahasil di pucuk pimpinan fiskal dinilai memperkuat arah kebijakan berbasis kepakaran teknokratis. Pemahamannya yang mendalam terhadap postur anggaran membuatnya dipandang sebagai sosok yang tepat untuk menjaga kredibilitas kas negara.

Keterangan Informasi
Nama Lengkap

Prof. Suahasil Nazara, S.E., M.Sc., Ph.D.

Jabatan

Menteri Keuangan Republik Indonesia

Tanggal Pelantikan

14 September 2026

Presiden yang Melantik

Prabowo Subianto

Jabatan Sebelumnya

Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia

Latar Belakang

Ekonom dan Akademisi

Pendidikan Suahasil Nazara

Fondasi keahlian Suahasil di bidang ilmu ekonomi dan formulasi kebijakan publik dibangun melalui jenjang pendidikan formal yang teruji di dalam serta luar negeri. Ia menempuh studi sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) dan berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) pada tahun 1994.

Setelah merampungkan pendidikan di Depok, ia memperluas wawasan akademiknya ke Amerika Serikat. Suahasil menyelesaikan pendidikan magister dan meraih gelar Master of Science (M.Sc.) dari Cornell University pada tahun 1997.

Pendidikan tingginya terus berlanjut ke program doktoral di University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Pada tahun 2003, ia resmi meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) di bidang ekonomi.

Penguasaan teori ekonomi regional, pemodelan kuantitatif, dan dinamika kebijakan fiskal yang ia pelajari di universitas kelas dunia tersebut menjadi bekal berharga. Latar belakang ini membentuk sudut pandang analisisnya yang cermat dan berbasis data ketika menangani persoalan ekonomi makro negara.

Karier Akademik Suahasil Nazara

Jauh sebelum terjun ke jajaran birokrasi pemerintahan, Suahasil Nazara mengawali perjalanan profesionalnya sebagai seorang akademisi sejati. Pengabdiannya di dunia pendidikan tinggi tercurahkan di almamater tempat ia menimba ilmu, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).

Karier mengajarnya dimulai saat ia diangkat menjadi dosen di FEB UI pada tahun 1999. Melalui dedikasi riset, pengajaran, dan publikasi ilmiah yang konsisten, Suahasil dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia pada Oktober 2009.

Di lingkungan kampus UI, Suahasil sempat dipercaya mengemban berbagai jabatan struktural strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi pada periode 2004 hingga 2005.

Kiprah kepemimpinannya berlanjut saat dipercaya memimpin Lembaga Demografi UI pada 2005 hingga 2008, sebuah pusat kajian penting dalam isu ketenagakerjaan dan kependudukan nasional. Selanjutnya, ia dipercaya memegang amanah sebagai Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI pada kurun waktu 2009 sampai 2013.

Perjalanan Karier di Pemerintahan

Pengalaman Suahasil dalam tata kelola pemerintahan terbentang panjang melalui berbagai komite strategis lintas kementerian dan lembaga negara. Pada tahun 2009 hingga 2011, ia dipercaya menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal. Pada rentang waktu yang sama, ia juga aktif sebagai Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) hingga 2015.

Fokusnya pada isu pemerataan ekonomi menempatkannya sebagai Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Kantor Wakil Presiden RI pada 2010 hingga 2015. Selain itu, ia turut menyumbangkan kepakarannya sebagai anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (KEN) pada kurun 2013 hingga 2014.

Kiprah strukturalnya di Kementerian Keuangan bermula saat ia dilantik menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) pada Oktober 2016. Peran ini menjadikannya perancang utama dalam penyusunan asumsi makro serta desain APBN.

Melihat kapasitas teknisnya yang matang, Presiden Joko Widodo mengangkat Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 25 Oktober 2019. Jejak pengabdiannya terus dipercaya hingga era Presiden Prabowo Subianto, di mana ia kembali dilantik menduduki posisi Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih pada 21 Oktober 2024.

Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan

Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Terbaru Pengganti Purbaya

Puncak pengabdian Suahasil terjadi saat Presiden Prabowo Subianto memutuskan melakukan perombakan kabinet. Pada Senin sore, 14 September 2026, Suahasil secara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan definitif di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan ini sekaligus mengakhiri masa tugas Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menkeu.

Pengangkatan Suahasil dan pemberhentian Purbaya secara sah tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029. Di hadapan Presiden, Suahasil mengucapkan sumpah jabatannya untuk menjalankan tugas negara dengan penuh integritas dan tanggung jawab.

Terkait perombakan kabinet ini, pemerintah belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai latar belakang pemberhentian Purbaya. Menurut analisis dari berbagai pengamat ekonomi dan laporan media massa, pergantian menteri ini lebih dibaca sebagai kebutuhan presiden untuk menyelaraskan gaya komunikasi publik serta memperkuat koordinasi teknokratis dalam mengawal agenda belanja negara yang terus bertambah. Penunjukan Suahasil dinilai memberi jaminan kontinuitas kebijakan fiskal tanpa memicu disrupsi di birokrasi kementerian.

Tantangan Suahasil sebagai Menteri Keuangan

Duduk di kursi bendahara negara menghadirkan sejumlah agenda mendesak yang memerlukan penanganan terukur. Usai pelantikan, Suahasil menyatakan bahwa Presiden Prabowo menginstruksikan dirinya untuk senantiasa memprioritaskan kesehatan kas negara serta menjaga kredibilitas keuangan Indonesia.

Menkeu baru ini secara tegas memastikan bahwa defisit APBN akan tetap dikawal di bawah batas aman undang-undang, yaitu 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Disiplin anggaran ini sangat penting untuk meredam kekhawatiran pasar modal serta mempertahankan peringkat kelayakan investasi Indonesia.

Di ranah makro, Suahasil harus memitigasi ketidakpastian ekonomi global, tingkat suku bunga internasional, dan volatilitas nilai tukar rupiah. Kemenkeu dituntut menjaga agar imbal hasil instrumen Surat Berharga Negara (SBN) tidak melonjak, sehingga ruang fiskal tidak tersedot untuk membayar bunga utang.

Tantangan lainnya adalah mengawal akuntabilitas belanja program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar penyerapan dananya tepat sasaran dan membuahkan dampak ekonomi nyata. Menkeu Suahasil juga perlu segera merumuskan kerangka kerja sama dividen BUMN bersama pengelola BPI Danantara guna menjaga ketahanan kas penerimaan negara bukan pajak.

Penutup

Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan membawa sinyal stabilitas dan kepastian bagi perekonomian Indonesia. Rekam jejak panjangnya sebagai akademisi, perumus kebijakan di berbagai dewan pemerintah, Kepala BKF, hingga Wakil Menteri Keuangan membuktikan jam terbangnya yang lengkap di bidang fiskal.

Dengan kapasitas teknis dan kematangan birokrasi tersebut, Suahasil diharapkan mampu mengawal kesehatan APBN, menjaga disiplin defisit anggaran, serta menyeimbangkan agenda pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Baca Juga: Magang Nasional Batch 2 Kapan Diumumkan? Cek Jadwal Hasil Seleksi dan Mulai Magang