
Tidur itu kebutuhan dasar. Tapi faktanya, banyak orang di dunia justru kurang tidur karena tuntutan kerja, gaya hidup, sampai kebiasaan begadang. Data terbaru dari World Population Review 2025 nunjukin kalau pola tidur masyarakat global makin memprihatinkan. Bahkan, Indonesia masuk daftar negara paling kurang tidur di dunia. Rata-rata orang Indonesia cuma tidur sekitar 6 jam 25 menit per hari. Angka ini bikin Indonesia ada di peringkat 44 dari 50 negara dengan durasi tidur terpendek.
Nah, biar kebayang seberapa parah fenomena kurang tidur di dunia, ini dia daftar 10 negara paling kurang tidur dengan rata-rata durasi tidur di bawah 7 jam per malam.
Negara Paling Kurang Tidur di Dunia
Jepang – 5 Jam 52 Menit
Jepang sering banget disebut sebagai negara paling kurang tidur di dunia. Rata-rata waktu tidur warganya bahkan belum tembus 6 jam per malam. Budaya kerja di Jepang terkenal super ketat. Jam kerja panjang, lembur sudah kayak kewajiban moral, ditambah budaya “ganbatte” alias kerja keras tanpa banyak ngeluh. Banyak pekerja yang pulang larut malam, bahkan ada yang lanjut nongkrong bareng rekan kerja.
Selain itu, masyarakat Jepang juga dikenal sangat disiplin soal waktu. Bangun pagi jadi rutinitas, tapi jam tidur sering dikorbankan. Nggak heran kalau Jepang konsisten masuk peringkat teratas negara paling kurang tidur.
Arab Saudi – 6 Jam 2 Menit
Arab Saudi juga masuk daftar negara paling kurang tidur dengan rata-rata tidur sekitar 6 jam 2 menit per malam. Salah satu faktor unik di negara ini adalah budaya hidup malam. Aktivitas sosial sering berlangsung hingga larut malam, apalagi di kota-kota besar. Kafe, restoran, dan pusat perbelanjaan ramai justru saat malam hari.
Selain itu, jam kerja yang padat dan ritme hidup perkotaan bikin banyak orang susah tidur lebih awal. Akhirnya, jam tidur terpotong dan kualitas istirahat jadi kurang maksimal.
Korea Selatan – 6 Jam 2 Menit
Korea Selatan terkenal dengan budaya hustle yang intens. Baik pelajar maupun pekerja sering mengorbankan waktu tidur demi produktivitas. Pelajar di Korea Selatan banyak yang belajar sampai larut malam, bahkan ikut bimbel tambahan setelah sekolah. Sementara itu, pekerja kantoran juga sering lembur. Budaya kompetitif bikin orang merasa harus selalu “lebih” dari yang lain.
Kombinasi tekanan akademik dan kerja inilah yang bikin Korea Selatan jadi salah satu negara paling kurang tidur di dunia.
Filipina – 6 Jam 8 Menit
Filipina punya rata-rata durasi tidur sekitar 6 jam 8 menit per malam. Angka ini tergolong rendah dan masuk kategori negara paling kurang tidur. Faktor ekonomi jadi salah satu penyebab utama. Banyak orang harus bekerja lebih dari satu pekerjaan atau lembur demi memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, kemacetan di kota-kota besar seperti Manila juga memakan waktu dan energi, sehingga jam tidur makin tergerus.
Gaya hidup digital juga ikut berperan. Main gadget sebelum tidur bikin waktu istirahat makin mundur.
Kuwait – 6 Jam 15 Menit
Kuwait termasuk negara dengan durasi tidur yang pendek. Rata-rata warganya tidur sekitar 6 jam 15 menit per malam. Sama seperti beberapa negara Timur Tengah lainnya, aktivitas malam di Kuwait cukup hidup. Banyak orang baru aktif di malam hari, mulai dari nongkrong sampai urusan sosial.
Selain itu, gaya hidup modern dan paparan layar gadget bikin kualitas tidur makin menurun. Walau negara ini tergolong makmur, soal urusan tidur ternyata masih jadi PR besar.
Taiwan – 6 Jam 21 Menit
Taiwan juga masuk daftar negara paling kurang tidur dengan rata-rata tidur 6 jam 21 menit per malam. Tekanan kerja di Taiwan cukup tinggi, apalagi di sektor teknologi dan industri kreatif. Banyak pekerja yang harus ngejar deadline ketat. Selain itu, budaya kerja keras di Asia Timur masih sangat kental.
Aktivitas malam seperti lembur, main game, atau sekadar scrolling media sosial bikin jam tidur makin bergeser ke tengah malam.
Indonesia – 6 Jam 25 Menit
Indonesia ada di posisi ke-7 dalam daftar negara paling kurang tidur dengan rata-rata tidur 6 jam 25 menit per malam. Banyak faktor yang bikin orang Indonesia kurang tidur. Mulai dari jam kerja panjang, lembur, perjalanan jauh karena macet, sampai kebiasaan begadang nonton atau main HP. Gaya hidup digital juga berpengaruh besar. Banyak orang masih aktif di media sosial sampai larut malam. Padahal, kebiasaan ini bisa mengganggu ritme tidur alami tubuh.
Kurang tidur dalam jangka panjang bisa berdampak ke produktivitas kerja, kesehatan fisik, dan kesehatan mental. Jadi, meskipun kelihatannya sepele, isu kurang tidur di Indonesia nggak bisa dianggap remeh.
Qatar – 6 Jam 26 Menit
Qatar mencatat rata-rata durasi tidur 6 jam 26 menit per malam. Negara ini juga masuk kelompok negara paling kurang tidur. Sebagai negara dengan aktivitas ekonomi tinggi, ritme kerja di Qatar cukup padat. Banyak pekerja migran juga harus menyesuaikan diri dengan jam kerja yang panjang.
Selain itu, gaya hidup urban dengan aktivitas malam hari bikin jam tidur makin kepotong. Kombinasi ini bikin durasi tidur warga Qatar relatif pendek.
Malaysia – 6 Jam 27 Menit
Malaysia punya rata-rata durasi tidur sekitar 6 jam 27 menit per malam. Angka ini masih di bawah batas ideal untuk orang dewasa. Kota-kota besar seperti Kuala Lumpur punya ritme hidup cepat. Macet, kerja lembur, dan aktivitas sosial malam bikin waktu tidur jadi korban.
Selain itu, penggunaan gadget sebelum tidur juga makin marak. Banyak orang susah lepas dari layar ponsel, padahal cahaya biru bisa bikin otak susah “mati lampu”.
Singapura – 6 Jam 34 Menit
Singapura menutup daftar 10 negara paling kurang tidur dengan rata-rata durasi tidur 6 jam 34 menit per malam.
Sebagai negara dengan tempo hidup super cepat, Singapura terkenal dengan jam kerja panjang dan budaya kerja yang kompetitif. Banyak profesional muda rela begadang demi karier.
Selain itu, waktu tempuh perjalanan dan tuntutan produktivitas bikin waktu istirahat sering dikorbankan. Walau fasilitas kesehatan canggih, kebiasaan kurang tidur tetap jadi tantangan besar.
(Referensi: Sidoarjo Jatim Times)
Negara dengan Budaya Tidur Terbaik
Di sisi lain, ada juga negara-negara yang justru punya budaya istirahat lebih baik. Selandia Baru tercatat sebagai negara dengan durasi tidur terlama, mencapai sekitar 7 jam 27 menit per malam.
Disusul oleh Belanda, Finlandia, Inggris, dan Australia. Negara-negara ini cenderung punya keseimbangan hidup yang lebih sehat. Jam kerja lebih teratur, budaya work-life balance lebih kuat, dan kesadaran soal pentingnya tidur lebih tinggi.
Hal ini nunjukin kalau durasi tidur bukan cuma soal individu, tapi juga dipengaruhi oleh budaya, sistem kerja, dan lingkungan sosial.
Kenapa Banyak Negara Paling Kurang Tidur?

Fenomena negara paling kurang tidur nggak muncul begitu aja. Ada beberapa faktor utama yang bikin durasi tidur makin pendek:
Tekanan kerja dan sekolah
Jam kerja panjang dan tuntutan akademik bikin orang sering mengorbankan tidur.Gaya hidup digital
Main HP sebelum tidur jadi kebiasaan umum. Ini bikin otak susah rileks.Budaya hustle
Di banyak negara, kerja keras sampai lupa istirahat dianggap hal wajar.Lingkungan perkotaan
Macet, bising, dan ritme hidup cepat bikin waktu tidur makin tergerus.Kurang edukasi soal pentingnya tidur
Banyak orang belum sadar kalau tidur itu sama pentingnya dengan makan dan olahraga.
Dampak Kurang Tidur untuk Kesehatan
Kurang tidur bukan cuma bikin ngantuk. Dampaknya bisa serius, lho:
Konsentrasi menurun
Mudah stres dan emosian
Risiko penyakit jantung meningkat
Sistem imun melemah
Produktivitas kerja turun
Kalau dibiarkan terus, kualitas hidup bisa ikut anjlok. Nggak heran kalau isu kurang tidur sekarang mulai dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat.
Tips Simpel
Walau kita tinggal di negara dengan rata-rata durasi tidur pendek, bukan berarti kita harus ikut-ikutan kurang tidur. Ini beberapa tips simpel yang bisa dicoba:
Pasang jam tidur tetap, meski di akhir pekan
Kurangi main HP sebelum tidur
Ciptakan suasana kamar yang nyaman
Hindari kopi atau minuman berkafein di malam hari
Biasakan relaksasi ringan sebelum tidur
Nggak perlu langsung ekstrem. Mulai aja dari nambah 15–30 menit waktu tidur tiap malam. Pelan-pelan, tubuh bakal terasa lebih segar.
Data World Population Review 2025 nunjukin kalau fenomena negara paling kurang tidur bukan hal sepele. Jepang, Korea Selatan, hingga Indonesia sama-sama menghadapi masalah durasi tidur pendek.
Kurang tidur udah jadi bagian dari gaya hidup modern. Tapi, bukan berarti harus dianggap normal. Mulai sekarang, mungkin kita bisa lebih peduli sama jam tidur sendiri. Soalnya, tidur cukup itu bukan tanda malas, tapi bentuk sayang sama diri sendiri.
Baca Juga: Malam Nisfu Syaban 2026: Jadwal, Makna, Doa, dan Amalannya





