Peringatan Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains 2026, Ini Makna dan Pentingnya bagi Masa Depan

Peringatan Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains 2026, Ini Makna dan Pentingnya bagi Masa Depan

Tanggal 11 Februari mendatang bukan sekadar hari biasa dalam kalender akademik global. Pada tanggal tersebut, dunia akan kembali memperingati Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains atau yang dikenal secara internasional sebagai International Day of Women and Girls in Science. Peringatan ini menjadi momen krusial untuk merefleksikan kembali sejauh mana akses dan partisipasi kaum perempuan dalam dunia teknologi, penelitian, dan inovasi yang bergerak sangat cepat.

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital, peringatan Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains tahun ini terasa semakin relevan bagi kehidupan kita. Masih banyak anggapan keliru bahwa dunia sains adalah dunia yang maskulin, padahal sejarah membuktikan bahwa kontribusi perempuan sangat vital dalam setiap lompatan kemajuan peradaban manusia. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai sejarah, tantangan, dan mengapa hari ini sangat penting untuk masa depan pendidikan kita.

Apa Itu Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains?

Peringatan Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains 2026, Ini Makna dan Pentingnya bagi Masa Depan

Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains adalah peringatan tahunan yang diadopsi oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mempromosikan akses penuh dan setara bagi perempuan dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Penetapan ini didasarkan pada Resolusi A/RES/70/212 yang disahkan pada tahun 2015.

Tujuan utama dari penetapan hari ini adalah untuk mencapai kesetaraan gender serta memberdayakan perempuan dan anak perempuan. PBB menunjuk UNESCO dan UN-Women sebagai koordinator utama dalam perayaan ini, bekerja sama dengan berbagai lembaga negara dan mitra masyarakat sipil.

Pada tahun 2026 ini, tema global yang diusung sangatlah progresif, yaitu “Synergizing AI, Social Science, STEM and Finance“. Tema ini menyoroti bagaimana kita bisa menyatukan kekuatan kecerdasan buatan, ilmu sosial, sains murni, dan dukungan finansial untuk membangun masa depan yang inklusif. Ini menunjukkan bahwa Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains bukan hanya sekadar seremonial, melainkan panggilan aksi untuk mengintegrasikan perspektif perempuan dalam setiap aspek pembangunan teknologi masa depan.

Makna Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains

Peringatan Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains 2026, Ini Makna dan Pentingnya bagi Masa Depan

Peringatan Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains memiliki makna sosial yang sangat mendalam. Ini adalah pengingat bahwa sains bukan hanya milik sekelompok orang tertentu, melainkan hak asasi setiap individu tanpa memandang gender. Secara historis, perempuan sering kali terpinggirkan dalam narasi penemuan ilmiah, meskipun kontribusi mereka nyata.

Makna peringatan ini juga berkaitan erat dengan upaya mematahkan stigma. Selama bertahun-tahun, ada bias tidak sadar yang tertanam di masyarakat bahwa anak laki-laki lebih berbakat dalam matematika dan teknik dibandingkan anak perempuan. Peringatan ini hadir untuk meluruskan pandangan tersebut.

Dalam konteks pendidikan modern, momen ini mengajak para pendidik dan orang tua untuk memberikan dukungan yang sama kepada anak perempuan yang menunjukkan minat pada eksperimen sains atau coding. Dengan merayakan hari ini, kita mengirimkan pesan kuat kepada generasi muda bahwa menjadi ilmuwan, insinyur, atau ahli matematika adalah pilihan karier yang valid dan membanggakan bagi siapa saja.

Tantangan Perempuan dan Anak Perempuan di Bidang Sains

Peringatan Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains 2026, Ini Makna dan Pentingnya bagi Masa Depan

Meskipun kesadaran global telah meningkat, jalan menuju kesetaraan gender sains masih terjal. Data dari UNESCO menunjukkan bahwa perempuan hanya merepresentasikan sekitar 30% dari total peneliti di seluruh dunia.

Beberapa tantangan utama yang masih dihadapi antara lain:

  • Fenomena Pipa Bocor (The Leaky Pipeline)
    Istilah ini menggambarkan kondisi di mana partisipasi perempuan menurun secara bertahap di setiap jenjang pendidikan. Banyak anak perempuan yang berprestasi di sekolah dasar dan menengah, namun tidak melanjutkan ke jurusan STEM di perguruan tinggi, atau berhenti berkarier di bidang riset setelah lulus.
  • Stereotip Gender
    Masih adanya pandangan budaya di beberapa daerah yang menganggap bahwa karier di bidang teknik atau lapangan “terlalu keras” untuk perempuan.
  • Kurangnya Role Model
    Minimnya sosok ilmuwan perempuan yang ditampilkan di media populer membuat anak perempuan kesulitan membayangkan diri mereka dalam profesi tersebut.
  • Kesenjangan Pendanaan
    Peneliti perempuan sering kali mendapatkan hibah penelitian yang lebih kecil dibandingkan rekan laki-laki mereka, serta memiliki peluang promosi yang lebih terbatas.
  • Bias dalam Teknologi
    Di era digital, tantangan baru muncul berupa bias algoritma. Jika pengembang teknologi didominasi oleh laki-laki, produk AI yang dihasilkan berisiko bias dan tidak responsif terhadap kebutuhan perempuan.

Pentingnya Peran Perempuan dalam Dunia Sains dan Teknologi

Mengapa kita harus peduli pada partisipasi perempuan dalam sains? Jawabannya sederhana, yaitu keberagaman mendorong inovasi yang lebih baik. Ketika tim peneliti terdiri dari latar belakang gender yang beragam, mereka cenderung menghasilkan solusi pemecahan masalah yang lebih kreatif dan komprehensif.

Peran Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains adalah menyoroti kontribusi ini. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan sangat krusial dalam mengatasi tantangan global terbesar saat ini, seperti perubahan iklim dan krisis kesehatan. Ilmuwan perempuan sering kali membawa perspektif unik, terutama dalam mengaitkan dampak perubahan iklim dengan kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan keluarga.

Selain itu, dalam konteks ekonomi digital, kita membutuhkan talenta terbaik untuk mengembangkan kecerdasan buatan dan teknologi finansial. Mengabaikan potensi dari separuh populasi dunia berarti menyia-nyiakan sumber daya intelektual yang sangat besar. Dengan mendorong lebih banyak perempuan masuk ke bidang STEM, kita sebenarnya sedang berinvestasi pada pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi yang lebih manusiawi.

Relevansi Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains Saat Ini

Di Indonesia, peringatan Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains pada tahun 2026 ini sangat relevan dengan visi negara menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah menargetkan rasio sumber daya manusia (SDM) IPTEK mencapai 4.000 orang per satu juta penduduk. Target ambisius ini mustahil dicapai jika kita tidak memaksimalkan potensi talenta perempuan.

Saat ini, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat partisipasi perempuan dalam tenaga kerja STEM di Indonesia berada di kisaran 30%. Angka ini menunjukkan bahwa masih ada ruang besar untuk perbaikan. Relevansi peringatan ini juga terasa di sekolah-sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Momen 11 Februari bisa menjadi inspirasi untuk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), di mana siswa diajak untuk mengeksplorasi peran teknologi dalam memecahkan masalah sosial.

Peringatan ini juga relevan sebagai pendorong bagi sektor swasta dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih ramah keluarga bagi peneliti perempuan. Dukungan kebijakan seperti cuti melahirkan yang adil dan fasilitas pengasuhan anak dapat mencegah “kebocoran pipa” talenta riset yang berharga.

Penutup

Peringatan Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains pada tanggal 11 Februari adalah sebuah undangan bagi kita semua untuk bertindak. Ini bukan sekadar tentang angka statistik atau kuota, melainkan tentang membuka pintu kesempatan seluas-luasnya bagi setiap anak untuk bermimpi dan berkarya.

Dunia membutuhkan sains, dan sains membutuhkan perempuan. Dengan mendukung minat anak perempuan dalam bidang sains dan teknologi hari ini, kita sedang membangun fondasi masa depan yang lebih cerdas, setara, dan sejahtera. Mari jadikan momentum ini untuk menghapus stigma dan memberikan dukungan nyata bagi para srikandi sains masa depan Indonesia.

Baca Juga: World Pulses Day 2026: Peringatan 10 Februari dan Manfaat Kacang-Kacangan bagi Kesehatan

World Pulses Day 2026: Peringatan 10 Februari dan Manfaat Kacang-Kacangan bagi Kesehatan