
PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome adalah salah satu gangguan hormon yang cukup sering dialami wanita usia subur. Sayangnya, banyak yang baru sadar punya PCOS setelah muncul masalah serius seperti sulit hamil, jerawat parah, atau berat badan naik drastis. Padahal, kalau dikenali sejak awal, PCOS bisa dikontrol dengan baik. Nah, di artikel ini kita bakal bahas lengkap ciri-ciri PCOS pada wanita, kenapa kondisi ini bisa terjadi, dan cara mengobatinya secara tepat, yuk simak!
Ciri-Ciri PCOS pada Wanita

Menstruasi Tidak Teratur
Salah satu ciri-ciri PCOS pada wanita yang paling sering muncul adalah siklus menstruasi yang tidak teratur. Ada yang jarak haidnya sangat panjang, lebih dari 35 hari, ada juga yang hanya mengalami haid beberapa kali dalam setahun. Bahkan, sebagian wanita bisa mengalami tidak haid sama sekali selama berbulan-bulan.
Kondisi ini terjadi karena proses ovulasi tidak berjalan normal. Sel telur tidak matang atau tidak dilepaskan secara rutin, sehingga hormon yang mengatur siklus haid menjadi kacau. Akibatnya, tubuh kesulitan menentukan kapan harus mengalami menstruasi secara alami.
Jerawat Parah dan Sulit Hilang
Jerawat yang muncul terus-menerus di usia dewasa juga bisa menjadi ciri-ciri PCOS. Biasanya jerawat muncul di area rahang, dagu, leher, dan bagian bawah wajah. Berbeda dengan jerawat remaja, jerawat PCOS cenderung lebih meradang, nyeri, dan sulit sembuh meskipun sudah pakai berbagai produk skincare.
Penyebabnya berkaitan dengan hormon androgen yang meningkat. Hormon ini merangsang produksi minyak berlebih di kulit. Saat minyak bercampur dengan sel kulit mati dan bakteri, jerawat pun muncul dan mudah kambuh.
Pertumbuhan Rambut Berlebih di Area Tertentu
Wanita dengan PCOS sering mengalami pertumbuhan rambut berlebih di area yang biasanya identik dengan pria, seperti kumis, dagu, dada, perut, atau punggung. Kondisi ini dikenal sebagai hirsutisme dan termasuk ciri-ciri PCOS pada wanita yang cukup mengganggu secara psikologis.
Rambut yang tumbuh biasanya lebih tebal, gelap, dan kasar. Hal ini terjadi karena hormon androgen bekerja berlebihan dan merangsang folikel rambut di area tersebut untuk terus tumbuh.
Rambut Kepala Menipis atau Rontok
Di sisi lain, PCOS juga bisa menyebabkan rambut di kepala menjadi rontok dan menipis. Pola kerontokan ini sering terjadi di bagian depan atau tengah kepala, mirip dengan pola kebotakan pada pria. Ketidakseimbangan hormon membuat siklus pertumbuhan rambut terganggu. Rambut lebih cepat masuk fase rontok dan lebih lama tumbuh kembali, sehingga lama-kelamaan rambut terlihat semakin tipis.
Berat Badan Mudah Naik
Berat badan yang cepat naik dan sulit turun juga merupakan ciri-ciri PCOS yang umum terjadi. Banyak wanita merasa sudah menjaga pola makan, tapi angka di timbangan tetap naik atau sulit turun. Hal ini erat kaitannya dengan resistensi insulin. Tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga kadar gula darah mudah meningkat dan disimpan dalam bentuk lemak. Lemak ini biasanya menumpuk di area perut dan pinggang.
Sulit Hamil atau Gangguan Kesuburan
Banyak wanita baru mengetahui dirinya mengalami PCOS setelah mengalami kesulitan hamil. Ini karena ovulasi tidak terjadi secara teratur atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Tanpa ovulasi, sel telur tidak tersedia untuk dibuahi, sehingga peluang kehamilan menjadi lebih kecil. Meski begitu, PCOS bukan berarti tidak bisa hamil sama sekali, tetapi membutuhkan penanganan medis yang tepat.
Nyeri di Area Perut Bawah
Sebagian wanita dengan PCOS merasakan nyeri atau rasa tidak nyaman di perut bagian bawah. Rasa nyeri ini bisa muncul sebelum menstruasi atau secara tiba-tiba. Nyeri terjadi karena banyaknya folikel kecil di ovarium yang tidak berkembang sempurna. Meski tidak selalu berbentuk kista besar, kondisi ini tetap bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.
Kulit Menggelap di Lipatan Tubuh
Kulit yang menggelap dan menebal di area lipatan seperti leher, ketiak, atau selangkangan juga termasuk ciri-ciri PCOS pada wanita. Kondisi ini dikenal sebagai acanthosis nigricans. Perubahan warna kulit ini berkaitan dengan resistensi insulin. Saat insulin bekerja tidak optimal, kulit merespons dengan perubahan pigmen dan tekstur.
Mudah Lelah dan Mood Tidak Stabil
Wanita dengan PCOS sering merasa cepat lelah, kurang berenergi, dan mengalami perubahan suasana hati. Beberapa juga mengalami kecemasan atau stres berlebih tanpa sebab yang jelas. Ketidakseimbangan hormon memengaruhi sistem saraf dan emosi. Selain itu, fluktuasi gula darah akibat resistensi insulin juga membuat tubuh terasa lemas dan mood mudah berubah.
Banyak Folikel Kecil di Ovarium
Secara medis, ciri-ciri PCOS sering terlihat melalui pemeriksaan USG. Ovarium tampak memiliki banyak folikel kecil yang tersusun di tepi ovarium. Folikel ini sebenarnya adalah sel telur yang gagal matang dan gagal dilepaskan. Meski sering disebut kista, ukurannya kecil dan bukan kista berbahaya, tetapi menandakan adanya gangguan ovulasi.
Kenapa PCOS Bisa Terjadi?
Penyebab pasti PCOS belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini erat kaitannya dengan faktor genetik, ketidakseimbangan hormon, dan resistensi insulin. Wanita yang memiliki keluarga dengan riwayat PCOS, diabetes, atau gangguan hormon berisiko lebih tinggi mengalaminya.
Gaya hidup juga berperan besar. Pola makan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, stres berkepanjangan, dan berat badan berlebih bisa memperburuk kondisi PCOS.
Sumber Referensi: alodokter
Cara Mengobati PCOS

PCOS tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi gejalanya bisa dikontrol dengan baik. Penanganan PCOS biasanya disesuaikan dengan keluhan utama yang dialami pasien, seperti gangguan haid, jerawat, atau masalah kesuburan.
Perubahan gaya hidup menjadi langkah utama. Mengatur pola makan sehat, mengurangi gula dan karbohidrat sederhana, serta rutin berolahraga dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menyeimbangkan hormon.
Terapi hormon sering diberikan untuk membantu mengatur siklus menstruasi dan menurunkan kadar androgen. Penggunaan pil KB atau obat khusus lainnya harus sesuai dengan rekomendasi dokter.
Untuk wanita yang ingin hamil, dokter bisa memberikan obat perangsang ovulasi agar sel telur dapat dilepaskan secara teratur. Dalam banyak kasus, wanita dengan PCOS tetap bisa hamil setelah menjalani terapi yang tepat.
Selain itu, menjaga kesehatan mental juga penting. Mengelola stres, tidur cukup, dan mencari dukungan emosional dapat membantu mengurangi gejala PCOS secara keseluruhan.
Ciri-ciri PCOS pada wanita bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari gangguan haid, jerawat, perubahan berat badan, hingga masalah kesuburan. Kondisi ini terjadi akibat ketidakseimbangan hormon dan resistensi insulin. Meski PCOS bersifat kronis, penanganan yang tepat dapat membantu mengontrol gejala dan menjaga kualitas hidup tetap baik.
Baca Juga: Manfaat Buah Sirsak untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui





