
Setiap tanggal 20 Februari, masyarakat global memperingati sebuah momentum penting yang menyoroti isu kesetaraan dan hak asasi manusia, yaitu Hari Keadilan Sosial Sedunia 2026. Peringatan tahun ini terasa jauh lebih krusial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena dunia baru saja melewati tonggak sejarah baru dalam diplomasi sosial global. Di tengah tantangan ekonomi yang kompleks, mulai dari kesenjangan pendapatan yang melebar hingga krisis biaya hidup, peringatan ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat sipil untuk menempatkan kesejahteraan manusia di atas segalanya. Hari Keadilan Sosial Sedunia 2026 bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan panggilan mendesak untuk memperbaiki kontrak sosial di setiap negara.
Apa Itu Hari Keadilan Sosial Sedunia?

Hari Keadilan Sosial Sedunia (World Day of Social Justice) adalah sebuah peringatan internasional yang didedikasikan untuk mempromosikan upaya penyelesaian masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, pengucilan, ketimpangan gender, pengangguran, dan hak asasi manusia. Peringatan ini mengakui bahwa pembangunan sosial dan keadilan sosial sangat diperlukan untuk mencapai dan memelihara perdamaian serta keamanan di dalam dan di antara negara-negara.
Secara mendasar, Hari Keadilan Sosial Sedunia 2026 menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak memiliki arti yang substansial jika tidak dibarengi dengan distribusi kesejahteraan yang inklusif. Dalam konteks modern, definisi keadilan sosial telah meluas mencakup akses yang adil terhadap teknologi, perlindungan dari dampak perubahan iklim, serta jaminan perlindungan sosial yang komprehensif bagi pekerja di sektor informal maupun formal.
Sejarah Penetapan Hari Keadilan Sosial Sedunia

Inisiatif untuk menetapkan hari khusus bagi keadilan sosial bermula dari kesadaran komunitas internasional akan perlunya dimensi sosial dalam globalisasi. Pada tanggal 26 November 2007, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa mulai dari sesi ke-63 Majelis Umum, tanggal 20 Februari akan diperingati setiap tahun sebagai Hari Keadilan Sosial Sedunia.
Akar sejarah peringatan ini dapat ditelusuri kembali ke KTT Pembangunan Sosial Dunia (World Summit for Social Development) di Kopenhagen pada tahun 1995. Pada saat itu, para pemimpin dunia berjanji untuk menjadikan pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja penuh, dan pembinaan masyarakat yang stabil serta adil sebagai tujuan utama pembangunan. Peringatan tahun 2026 ini memiliki relevansi sejarah yang kuat karena menjadi peringatan pertama setelah diselenggarakannya KTT Sosial Dunia Kedua di Doha, Qatar, pada November 2025, yang memperbarui janji-janji global tersebut melalui Deklarasi Politik Doha.
Tema Hari Keadilan Sosial Sedunia 2026

Peringatan tahun ini mengusung dua narasi besar yang saling melengkapi dari PBB dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO). Tema payung yang diusung oleh PBB untuk Hari Keadilan Sosial Sedunia 2026 adalah “Renewed Commitment to Social Development and Social Justice” atau “Pembaruan Komitmen terhadap Pembangunan Sosial dan Keadilan Sosial”.
Tema ini dipilih sebagai respons langsung terhadap hasil KTT Doha dan Sesi ke-64 Komisi Pembangunan Sosial (CSocD64) yang baru saja berakhir di New York pada awal Februari 2026. Fokus utamanya adalah menerjemahkan janji politik menjadi kebijakan nyata yang terukur.
Sementara itu, ILO secara spesifik mengangkat tema teknis “Collective Action for Social Justice: Advancing Living Wages in Global Supply Chains” (Aksi Kolektif untuk Keadilan Sosial: Memajukan Upah Layak dalam Rantai Pasok Global). Tema ini menyoroti perbedaan mendasar antara “upah minimum” dengan “upah layak”. Upah layak didefinisikan sebagai tingkat penghasilan yang memungkinkan pekerja dan keluarganya untuk hidup dengan martabat, mencakup kebutuhan dasar seperti makanan, perumahan, pendidikan, dan kesehatan, yang sering kali tidak terpenuhi hanya dengan standar upah minimum yang berlaku saat ini.
Makna dan Tujuan Peringatan 20 Februari
Peringatan Hari Keadilan Sosial Sedunia 2026 bertujuan untuk membangunkan kesadaran kolektif bahwa ketidakadilan sosial adalah ancaman nyata bagi stabilitas nasional dan global. Pesan utama yang ingin disampaikan tahun ini adalah pentingnya “Kepercayaan” (Trust) sebagai perekat sosial. Laporan Sosial Dunia terbaru menunjukkan bahwa ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah semakin meningkat akibat persepsi ketidakadilan yang meluas.
Selain itu, tujuan peringatan tahun ini adalah untuk mendorong pemerintah agar berinvestasi lebih besar pada sistem perlindungan sosial. Perlindungan sosial tidak lagi boleh dianggap sebagai beban pengeluaran negara, melainkan sebagai investasi pada modal manusia yang akan mencegah kemiskinan antargenerasi. Hal ini sejalan dengan mandat Deklarasi Politik Doha yang menekankan penguatan sistem perlindungan sosial yang adaptif terhadap krisis masa depan.
Mengapa Hari Keadilan Sosial Sedunia 2026 Masih Relevan?
Relevansi peringatan ini sangat terasa di tengah kondisi ekonomi global dan nasional yang penuh tantangan. Secara global, meskipun pasar tenaga kerja mulai pulih, jutaan pekerja masih terjebak dalam kemiskinan ekstrem (working poverty) dengan penghasilan kurang dari US$3 per hari. Kesenjangan ini menciptakan fragmentasi sosial yang berbahaya.
Di Indonesia, relevansi Hari Keadilan Sosial Sedunia 2026 terlihat jelas dari dinamika ketenagakerjaan yang terjadi di berbagai daerah. Misalnya, tuntutan serikat buruh di Yogyakarta dan daerah lain mengenai upah layak yang melampaui standar upah minimum provinsi mencerminkan tema global yang diusung ILO tahun ini. Isu-isu seperti kenaikan biaya hidup, rencana kebijakan pajak yang berdampak pada daya beli, serta perlindungan bagi pekerja informal menjadi bukti bahwa perjuangan mewujudkan keadilan sosial masih jauh dari selesai.
Selain itu, isu kesehatan juga menjadi sorotan. Di kawasan Asia Pasifik, data menunjukkan bahwa cakupan perlindungan kesehatan sosial masih belum universal, meninggalkan celah kerentanan bagi pekerja informal. Peringatan ini menjadi momentum untuk mendesak perbaikan sistem jaminan sosial yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Cara Memperingati Hari Keadilan Sosial Sedunia
Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga profesional, dapat turut serta dalam memperingati momen ini melalui berbagai cara yang konstruktif:
- Mengikuti Webinar dan Diskusi Global
Anda dapat bergabung dalam webinar resmi yang diselenggarakan oleh ILO pada tanggal 20 Februari 2026 yang membahas tentang upah layak dan perlindungan kesehatan universal. Ini adalah kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli internasional. - Kampanye Media Sosial
Gunakan tagar resmi seperti #SocialJusticeDay, #EquityForAll, dan #HariKeadilanSosialSedunia2026 untuk menyebarkan fakta dan data mengenai ketimpangan serta solusi yang ditawarkan. Kampanye digital efektif untuk meningkatkan kesadaran publik. - Diskusi Akademik di Kampus dan Sekolah
Institusi pendidikan dapat menyelenggarakan forum diskusi yang membedah isu-isu lokal, seperti akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu atau kondisi pekerja di lingkungan sekitar, dikaitkan dengan prinsip keadilan sosial. - Advokasi Kebijakan
Bagi organisasi masyarakat sipil, momen ini adalah waktu yang tepat untuk menyuarakan aspirasi kebijakan kepada pemangku kepentingan, misalnya terkait perbaikan data penerima bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
FAQ Seputar Hari Keadilan Sosial Sedunia 2026
Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering muncul terkait peringatan ini:
Kapan Hari Keadilan Sosial Sedunia diperingati?
Hari Keadilan Sosial Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 20 Februari, sesuai dengan resolusi Majelis Umum PBB tahun 2007.
Siapa yang menetapkan peringatan ini?
Peringatan ini ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas inisiatif pemerintah Republik Kyrgyz dan dukungan negara-negara anggota lainnya.
Apa tujuan utama dari peringatan ini?
Tujuannya adalah untuk mendorong masyarakat internasional dan nasional agar mengentaskan kemiskinan, mempromosikan pekerjaan yang layak, serta menciptakan kesetaraan gender dan akses kesejahteraan bagi semua.
Apa tema Hari Keadilan Sosial Sedunia 2026?
Tema tahun 2026 berfokus pada “Pembaruan Komitmen terhadap Pembangunan Sosial” serta fokus teknis ILO pada “Aksi Kolektif untuk Upah Layak dalam Rantai Pasok Global”.
Penutup
Peringatan Hari Keadilan Sosial Sedunia 2026 hadir sebagai pengingat yang kuat bahwa dibalik angka-angka pertumbuhan ekonomi, terdapat manusia yang membutuhkan perlindungan, martabat, dan keadilan. Pasca-KTT Doha, dunia memiliki peta jalan baru untuk memperbaiki ketimpangan, namun peta tersebut hanya akan berguna jika diterjemahkan menjadi aksi nyata. Mulai dari kebijakan upah layak hingga perlindungan kesehatan universal, setiap langkah kecil menuju kesetaraan sangatlah berarti. Mari jadikan tanggal 20 Februari ini sebagai titik awal untuk memperkuat solidaritas dan memastikan tidak ada satu pun anggota masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan.





