
Jembatan Cirahong kembali menjadi sorotan publik dan viral di berbagai platform media sosial dalam beberapa hari terakhir. Infrastruktur bersejarah yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya ini mendadak ramai diperbincangkan setelah disidak langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Aksi sidak ini dilakukan menyusul adanya laporan praktik pungutan liar atau pungli yang meresahkan pengguna jalan. Kini, praktik pungli tersebut resmi dihentikan dan kondisi di lapangan telah mengalami perubahan signifikan demi kenyamanan masyarakat.
Jembatan Cirahong Disidak, Praktik Pungli Dihentikan

Praktik pengaturan lalu lintas secara swadaya oleh warga yang disertai pungutan liar di Jembatan Cirahong dilaporkan telah terjadi selama kurang lebih 30 tahun. Hal ini dipicu oleh sempitnya jalur jembatan yang hanya memiliki lebar sekitar 2 meter, sehingga memerlukan sistem buka-tutup kendaraan.
Namun setelah video dugaan pungli tersebut viral, Gubernur Dedi Mulyadi langsung turun ke lokasi pada April 2026. Beliau menegaskan bahwa praktik tersebut tidak memiliki dasar hukum dan sangat berisiko masuk ke ranah pidana bagi siapa pun yang terlibat.
Saat ini pihak kepolisian bersama aparat terkait telah mengambil alih sepenuhnya pengawasan di lokasi. Penertiban ini bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan bagi setiap warga yang melintas tanpa harus merasa terbebani oleh sumbangan sukarela yang bersifat memaksa.
Kondisi Terbaru Jembatan Cirahong Setelah Penertiban
Pasca penertiban, suasana di Jembatan Cirahong kini dikabarkan jauh lebih tertib dan lancar. Tidak ada lagi kerumunan warga yang berjaga di kedua ujung lorong jembatan untuk meminta uang kepada para pengendara sepeda motor.
Lalu lintas kini mengandalkan kesadaran pengendara dan marka jalan yang sudah dipasang oleh pemerintah. Pengguna jalan merasa lebih nyaman karena tidak perlu lagi mengantre lama hanya untuk menunggu aba-aba dari penjaga swadaya seperti yang terjadi sebelumnya.
Beberapa warga melaporkan bahwa meski tanpa penjagaan manual, arus kendaraan roda dua tetap bisa mengalir dengan baik. Kehadiran aparat keamanan secara berkala juga membuat kawasan ini terasa lebih terlindungi dari potensi gangguan kamtibmas.
Revitalisasi Mulai Dilakukan di Jembatan Cirahong
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak hanya menghentikan pungli, tetapi juga mulai melakukan penataan fisik agar wajah baru Jembatan Cirahong lebih estetik. Berikut adalah beberapa poin perbaikan yang sedang dan akan dilakukan:
- Pemasangan lampu penerangan bertenaga surya (panel surya) di sepanjang struktur jembatan agar area tidak lagi gelap gulita saat malam hari.
- Pemberian marka jalan garis kuning di lantai bawah jembatan untuk memperjelas lajur dan meningkatkan ketertiban pengendara.
- Rencana pengecatan ulang seluruh rangka baja jembatan yang izinnya sudah didapatkan dari Direktur Utama PT KAI.
- Penataan bantalan jalan yang kini sudah terlihat lebih rapi dan aman untuk dilintasi ban kendaraan roda dua.
Lampu-lampu estetika tersebut dirancang agar jembatan terlihat indah dari kejauhan, sehingga menghilangkan kesan horor yang selama ini melekat pada jembatan berusia ratusan tahun tersebut.
Rencana Pengembangan Jadi Kawasan Wisata
Kedepan, kawasan Jembatan Cirahong diproyeksikan akan bertransformasi menjadi destinasi wisata sejarah berbasis kearifan lokal Sunda. Gubernur Dedi Mulyadi menginginkan agar potensi ekonomi di sekitar jembatan dikelola secara profesional dan legal.
Rencana pengembangan mencakup pelebaran jalan akses menuju lokasi agar wisatawan lebih mudah menjangkau area jembatan. Selain itu, akan dibangun rest area yang representatif bagi para pengunjung yang ingin berfoto atau sekadar beristirahat menikmati pemandangan Sungai Citanduy.
Pemerintah juga akan melakukan penataan terhadap warung-warung pedagang di sekitar lokasi. Nantinya, bangunan tempat berjualan akan diseragamkan dengan arsitektur khas Sunda yang menjajakan makanan tradisional serta produk UMKM lokal.
Dampak ke Warga Sekitar
Kebijakan penghentian penjagaan warga ini tidak sepenuhnya berjalan mulus dan sempat memicu reaksi dari tingkat desa. Kepala Desa Margaluyu, Dian Cahyadinata, menyatakan keberatannya karena kebijakan ini berdampak langsung pada hilangnya mata pencaharian warga.
Sekitar 40 hingga 50 warga desa selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas di jembatan tersebut. Pihak desa berharap pemerintah memberikan solusi konkret agar warga lokal tetap bisa terlibat dalam ekosistem baru yang sedang dibangun.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah berjanji akan merangkul warga dalam pengelolaan kawasan wisata nantinya. Warga yang sebelumnya menjadi penjaga jembatan diharapkan dapat beralih peran menjadi pelaku wisata, mulai dari pengelola parkir resmi hingga penyedia jasa kuliner.
Status Jembatan Cirahong sebagai Cagar Budaya

Perlu diketahui bahwa Jembatan Cirahong merupakan aset peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1893. Karena nilai sejarah dan konstruksinya yang unik, jembatan ini telah resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional pada tahun 2022.
Jembatan ini memiliki konstruksi double deck atau jembatan susun, di mana bagian atas digunakan untuk jalur kereta api dan bagian bawah untuk kendaraan darat. Hal ini menjadikannya satu-satunya jembatan dengan fungsi ganda seperti itu yang masih aktif di Indonesia.
Alasan utama dilarangnya kendaraan roda empat (mobil) melintas di lantai bawah adalah demi menjaga kekuatan struktur baja yang sudah berusia lebih dari 130 tahun. Pembatasan ini sangat penting agar perjalanan kereta api di lantai atas tetap terjamin keselamatannya dari getaran berlebih.
Rencana Jembatan Cirahong 2
Sebagai solusi jangka panjang untuk mobilitas kendaraan roda empat, Pemerintah Kabupaten Ciamis sedang mematangkan rencana pembangunan Jembatan Cirahong 2 atau yang dikenal dengan Jembatan Betman (Betman-Manonjaya).
Hingga April 2026, progres persiapan administrasi dan persyaratan teknis di tingkat kabupaten dilaporkan sudah mencapai 90 persen. Jembatan baru ini dirancang memiliki panjang sekitar 520 meter dan akan menjadi jalur utama bagi mobil maupun kendaraan logistik.
Realisasi fisik jembatan baru ini ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2027 atau paling lambat 2028. Dengan adanya Jembatan Cirahong 2, beban transportasi berat akan sepenuhnya dialihkan, sehingga jembatan lama bisa difokuskan sebagai situs cagar budaya dan wisata sejarah.
Penutup
Kondisi jembatan Cirahong terbaru saat ini sudah jauh lebih baik setelah praktik pungli resmi dihentikan dan dilakukan penataan cahaya. Meski sempat menuai pro dan kontra di kalangan warga desa, langkah revitalisasi ini dipandang perlu untuk melindungi aset sejarah bangsa.
Dengan adanya rencana pengembangan kawasan wisata dan pembangunan jembatan pengganti di masa depan, diharapkan Jembatan Cirahong tetap kokoh berdiri sebagai ikon kebanggaan warga Ciamis dan Tasikmalaya yang nyaman untuk dikunjungi oleh siapa pun.
Baca Juga: Profil Kepala BGN: Siapa Dadan Hindayana? Ini Biodata dan Perjalanan Kariernya
Profil Kepala BGN: Siapa Dadan Hindayana? Ini Biodata dan Perjalanan Kariernya





