
Halo, sobat yang lagi penasaran sama sosok yang lagi ramai dibicarakan akhir-akhir ini. Nama Syekh Ahmad Al Misry mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial dan grup-grup WhatsApp setelah muncul kaitan dengan dugaan kasus pelecehan seksual sesama jenis yang melibatkan inisial “SAM”. Banyak orang yang tiba-tiba mencari tahu profil Syekh Ahmad Al Misry secara lengkap, mulai dari asal-usul, pendidikan, keluarga, sampai rekam jejak yang selama ini jarang dibahas terbuka. Di artikel ini, kita bahas semuanya dengan santai, tanpa sensasi berlebihan, tapi tetap lengkap dan jujur berdasarkan informasi yang beredar.
Siapa Sebenarnya Syekh Ahmad Al Misry?
Profil Syekh Ahmad Al Misry yang paling dikenal publik adalah seorang pendakwah asal Mesir yang sudah lama tinggal dan berdakwah di Indonesia. Ia dikenal dengan gaya ceramah yang tenang, lembut, dan mudah dipahami, sehingga banyak jamaah yang merasa nyaman mendengarkannya. Suaranya yang khas dan penyampaiannya yang santun membuatnya sering diundang mengisi kajian di berbagai majelis taklim, pesantren, hingga acara keagamaan skala besar.
Secara fisik, Syekh Ahmad Al Misry biasanya tampil dengan jubah putih khas ulama Timur Tengah, sorban, dan jenggot yang rapi. Penampilannya selalu rapi dan bersih, yang membuat banyak orang langsung merasa hormat saat bertemu dengannya.
Baca Juga : Profil Kepala BGN: Siapa Dadan Hindayana? Ini Biodata dan Perjalanan Kariernya
Asal dan Kewarganegaraan
Dari profil Syekh Ahmad Al Misry, ia lahir di Mesir. Meski informasi tanggal lahir yang pasti belum banyak beredar di ruang publik, ia dikenal sebagai warga negara Mesir yang sudah cukup lama bermukim di Indonesia. Banyak jamaah yang menyebutnya “Syekh Mesir” karena latar belakangnya yang jelas berasal dari negeri para ulama tersebut. Ia datang ke Indonesia untuk berdakwah dan akhirnya menetap di sini, membangun hubungan yang cukup dekat dengan masyarakat Indonesia.
Pendidikan dan Latar Belakang Keilmuan
Profil Syekh Ahmad Al Misry mencatat bahwa ia memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat. Ia disebut menempuh studi di Universitas Al-Azhar, Kairo, salah satu pusat pendidikan Islam tertua dan paling terkemuka di dunia. Di Al-Azhar, ia mendalami berbagai disiplin ilmu seperti fikih, tafsir, hadis, dan tasawuf. Bekal ilmu dari Al-Azhar ini yang membuatnya dipercaya banyak kalangan untuk mengisi kajian keislaman, mulai dari tafsir Al-Qur’an hingga pembahasan akhlak.
Karena latar belakang pendidikannya yang solid, ia sering diundang sebagai pembicara di berbagai forum keagamaan, termasuk menjadi salah satu juri dalam ajang Hafiz Indonesia menggantikan almarhum Syekh Ali Jaber. Kedekatannya dengan Syekh Ali Jaber juga membuat banyak orang semakin hormat kepadanya.
Baca Juga : Profil Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM yang Jadi Sorotan Publik
Aktivitas Dakwah dan Kehidupan di Indonesia
Di Indonesia, Syekh Ahmad Al Misry aktif berdakwah di berbagai daerah. Ia sering mengisi kajian rutin di masjid-masjid, pesantren, dan majelis taklim. Selain ceramah langsung, ia juga aktif di media sosial. Ia memiliki kanal YouTube dan akun media sosial dengan jumlah pengikut yang cukup besar, di mana ia rutin membagikan materi dakwah, penjelasan kitab klasik, dan nasihat keagamaan.
Profil Syekh Ahmad Al Misry menunjukkan bahwa ia juga terlibat dalam pembinaan santri dan program pendidikan keislaman. Banyak orang yang mengenalnya sebagai sosok yang sabar dan lembut dalam mendidik.
Istri dan Keluarga
Informasi mengenai istri dan keluarga Syekh Ahmad Al Misry masih sangat terbatas di ruang publik. Ia jarang sekali membahas kehidupan pribadinya dalam ceramah atau media sosial. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi yang menyebutkan nama istri atau jumlah anaknya. Beberapa orang yang dekat dengannya menyebut bahwa ia lebih memilih menjaga privasi keluarganya agar fokus tetap pada dakwah.
Rekam Jejak Kelam yang Sedang Ramai Dibahas
Sayangnya, profil Syekh Ahmad Al Misry saat ini sedang dibayangi oleh isu serius. Namanya ramai diperbincangkan setelah dikaitkan dengan dugaan kasus pelecehan seksual sesama jenis yang melibatkan inisial “SAM”. Kasus ini bermula dari laporan polisi dengan nomor LP/B/586/XI/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 28 November 2025.
Menurut keterangan yang beredar, dugaan tindakan tersebut disebut telah berlangsung sejak 2017 dan menyasar beberapa santri pria yang menjadi muridnya. Salah satu tokoh yang mendampingi korban, Ustaz Abi Makki, menyebut bahwa pelaku diduga menggunakan modus iming-iming sekolah gratis di Mesir serta memanfaatkan narasi keagamaan untuk mendekati korban.
Pada 2021, kasus serupa sempat muncul dan Syekh Ahmad Al Misry disebut telah mengakui perbuatannya serta meminta maaf langsung kepada korban. Namun, empat tahun kemudian, ia dituduh kembali melakukan hal yang sama. Para korban mengaku mengalami tekanan psikologis yang berat hingga saat ini.
Kuasa hukum korban, Achmad Cholidin, juga menyebut adanya upaya intimidasi dan tawaran uang tutup mulut yang dialami para korban. Saat ini, terduga pelaku dikabarkan berada di luar negeri, sehingga proses pemeriksaan mengalami hambatan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada putusan hukum tetap terhadap Syekh Ahmad Al Misry. Semua yang beredar masih berstatus dugaan, dan pihak berwenang sedang menangani laporan tersebut. Kasus ini menjadi pelajaran berat bagi masyarakat bahwa popularitas dakwah tidak serta-merta menjamin integritas seseorang.
Baca Juga : Profil Singkat Purbaya Yudhi Sadewa: Biodata, Pendidikan, dan Karier Menteri Keuangan Baru
Kesimpulan
Profil Syekh Ahmad Al Misry selama ini dikenal sebagai pendakwah asal Mesir yang lembut dan aktif berdakwah di Indonesia. Latar belakang pendidikannya di Al-Azhar, kiprahnya sebagai juri Hafiz Indonesia, dan aktivitas dakwahnya di media sosial membuat banyak orang menghormatinya. Namun, belakangan namanya tercoreng oleh dugaan kasus pelecehan seksual yang sedang ditangani kepolisian.
Kasus ini mengingatkan kita semua untuk tidak mudah terpesona oleh popularitas seseorang tanpa melihat rekam jejak dan akhlaknya secara utuh. Semoga proses hukum berjalan adil dan transparan, serta para korban mendapatkan keadilan yang mereka harapkan.
Apa pendapatmu soal kasus ini? Silakan tulis di komentar dengan bijak ya. Semoga kita semua selalu dijaga dari segala bentuk keburukan.





