Probiotik dan Prebiotik: Perbedaan, Manfaat, dan Tips Memilih
Akhir-akhir ini, istilah probiotik dan prebiotik makin sering muncul. Mulai dari iklan susu, yogurt, suplemen kesehatan, sampai konten gaya hidup sehat di media sosial. Banyak orang sudah familiar dengan namanya, tapi belum tentu benar-benar paham apa perbedaannya dan kenapa dua hal ini penting buat tubuh.
Padahal, probiotik dan prebiotik punya peran besar dalam menjaga kesehatan pencernaan, daya tahan tubuh, bahkan mood. Nah, biar nggak cuma ikut tren, yuk bahas probiotik dan prebiotik secara lengkap tapi santai di artikel ini.
Apa Itu Probiotik?
Secara sederhana, probiotik adalah mikroorganisme hidup yang baik untuk tubuh, terutama untuk sistem pencernaan. Mikroorganisme ini biasanya berupa bakteri baik atau ragi yang membantu menjaga keseimbangan bakteri di usus.
Di dalam usus manusia, sebenarnya sudah ada triliunan bakteri. Masalahnya, nggak semua bakteri itu baik. Nah, di sinilah probiotik berperan. Probiotik membantu menambah jumlah bakteri baik dan menekan pertumbuhan bakteri jahat.
Beberapa jenis bakteri probiotik yang paling umum antara lain:
Lactobacillus
Bifidobacterium
Saccharomyces boulardii
Probiotik bisa kamu dapatkan secara alami dari makanan fermentasi atau dari suplemen khusus.
Apa Itu Prebiotik?
Kalau probiotik adalah “bakteri baik”, maka prebiotik adalah “makanan” untuk bakteri baik tersebut. Prebiotik berupa serat atau senyawa alami yang tidak bisa dicerna oleh tubuh, tapi bisa difermentasi oleh bakteri baik di usus.
Saat prebiotik dikonsumsi, senyawa ini akan sampai ke usus besar dan menjadi sumber energi bagi probiotik. Dengan kata lain, prebiotik membantu probiotik bekerja lebih maksimal.
Beberapa jenis prebiotik yang sering ditemukan antara lain:
Inulin
Fruktooligosakarida (FOS)
Galaktooligosakarida (GOS)
Prebiotik biasanya berasal dari bahan makanan nabati seperti buah, sayur, dan biji-bijian.
Contoh Produk Probiotik

Ada banyak produk yang mengandung probiotik, baik alami maupun olahan. Beberapa di antaranya:
Acar
Acar yang dibuat melalui proses fermentasi alami mengandung bakteri baik. Probiotik dalam acar membantu menjaga keseimbangan mikroba usus. Pastikan memilih acar fermentasi, bukan yang hanya direndam cuka instan.
- Yogurt
Yogurt adalah sumber probiotik paling populer. Dibuat dari susu yang difermentasi oleh bakteri baik, yogurt membantu menjaga kesehatan pencernaan jika dikonsumsi secara rutin.
- Kefir
Kefir mirip yogurt, tapi teksturnya lebih cair dan mengandung lebih banyak jenis bakteri dan ragi baik. Kandungan probiotiknya juga lebih beragam.
- Tempe
Makanan khas Indonesia ini termasuk sumber probiotik alami. Proses fermentasi kedelai membuat tempe kaya bakteri baik yang bermanfaat untuk usus.
- Kimchi
Makanan fermentasi dari Korea dan Eropa ini juga mengandung probiotik. Selain sehat, rasanya juga khas dan unik.
- Keju Cottage
Keju cottage termasuk produk susu fermentasi yang mengandung probiotik. Teksturnya lembut dan rendah lemak, cocok untuk kamu yang sedang menjaga pola makan sehat.
- Natto
Natto juga berasal dari fermentasi kedelai, khas Jepang. Walau aromanya cukup kuat, natto dikenal kaya probiotik dan baik untuk kesehatan pencernaan.
- Cuka Apel
Cuka apel fermentasi mengandung bakteri baik jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Selain membantu pencernaan, cuka apel juga sering dikaitkan dengan kesehatan metabolisme.
- Asinan
Asinan yang difermentasi secara alami bisa menjadi sumber probiotik. Sama seperti acar, pilih asinan yang tidak mengandung pengawet berlebihan agar manfaat probiotiknya tetap terjaga.
- Kombucha
Kombucha adalah teh fermentasi yang mengandung probiotik dan antioksidan. Minuman ini cukup populer karena dipercaya membantu detoksifikasi dan menjaga kesehatan usus.
Contoh Produk Prebiotik
Prebiotik lebih mudah ditemukan karena banyak terdapat pada bahan makanan sehari-hari.
- Pisang
Pisang mengandung prebiotik alami yang membantu pertumbuhan bakteri baik di usus.
- Bawang Putih dan Bawang Bombay
Kedua jenis bawang ini kaya inulin, salah satu jenis prebiotik yang paling umum.
- Oat
Oat mengandung serat beta-glukan yang berfungsi sebagai prebiotik dan baik untuk pencernaan.
- Asparagus
Sayuran ini dikenal sebagai sumber prebiotik alami yang mendukung kesehatan usus.
- Suplemen Prebiotik
Biasanya tersedia dalam bentuk bubuk atau kapsul dan sering dikombinasikan dengan probiotik.
- Nanas
Nanas mengandung serat dan enzim alami yang berfungsi sebagai prebiotik. Konsumsi nanas secara rutin bisa membantu memperlancar pencernaan dan mendukung kerja bakteri baik di usus.
- Apel
Apel kaya akan pektin, yaitu jenis serat larut yang berperan sebagai prebiotik. Pektin membantu memberi “makanan” bagi probiotik sehingga kesehatan usus lebih terjaga.
- Tomat
Tomat mengandung serat dan antioksidan yang mendukung pertumbuhan bakteri baik. Prebiotik dalam tomat juga membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
- Jamur
Beberapa jenis jamur mengandung polisakarida alami yang berfungsi sebagai prebiotik. Selain baik untuk pencernaan, jamur juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
- Bit
Bit atau beetroot kaya akan serat dan senyawa alami yang mendukung kesehatan usus. Prebiotik dalam bit membantu probiotik berkembang dengan lebih baik.
- Mangga
Mangga tidak hanya manis dan segar, tapi juga mengandung serat prebiotik. Buah ini membantu menjaga pencernaan tetap sehat dan mendukung kerja bakteri baik.
- Ubi
Ubi merupakan sumber serat kompleks yang sangat baik sebagai prebiotik. Konsumsi ubi membantu meningkatkan jumlah bakteri baik di usus sekaligus membuat kenyang lebih lama.
Manfaat Probiotik dan Prebiotik

Mengonsumsi probiotik dan prebiotik secara seimbang bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan.
Menjaga Kesehatan Pencernaan
Manfaat paling utama adalah membantu melancarkan pencernaan, mengurangi sembelit, diare, dan perut kembung.
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Sebagian besar sistem imun berada di usus. Saat bakteri baik terjaga, sistem kekebalan tubuh juga ikut meningkat.
Membantu Penyerapan Nutrisi
Probiotik membantu tubuh menyerap vitamin dan mineral dengan lebih optimal, termasuk vitamin B dan K.
Menjaga Keseimbangan Bakteri Usus
Prebiotik membantu probiotik berkembang dengan baik sehingga keseimbangan mikrobiota usus tetap terjaga.
Mendukung Kesehatan Mental
Hubungan antara usus dan otak cukup kuat. Usus yang sehat bisa membantu mengurangi stres dan memperbaiki mood.
Membantu Mengontrol Berat Badan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa probiotik dan prebiotik bisa membantu mengatur metabolisme dan nafsu makan.
Tips Memilih Probiotik dan Prebiotik
Supaya manfaatnya maksimal, kamu juga perlu tahu cara memilih produk probiotik dan prebiotik yang tepat.
- Perhatikan Jenis Bakteri
Pilih produk probiotik yang mencantumkan jenis bakteri secara jelas, seperti Lactobacillus atau Bifidobacterium.
- Cek Jumlah CFU
CFU (Colony Forming Units) menunjukkan jumlah bakteri hidup. Umumnya, produk dengan jutaan hingga miliaran CFU lebih efektif.
- Pilih Produk dengan Kandungan Prebiotik
Produk yang mengandung sinbiotik (gabungan probiotik dan prebiotik) biasanya lebih optimal.
- Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa
Probiotik adalah mikroorganisme hidup, jadi pastikan produknya masih layak konsumsi.
- Sesuaikan dengan Kebutuhan Tubuh
Kalau kamu punya masalah pencernaan tertentu, pilih probiotik yang memang ditujukan untuk kondisi tersebut.
Probiotik dan prebiotik adalah kombinasi penting untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama sistem pencernaan. Probiotik berfungsi sebagai bakteri baik, sementara prebiotik menjadi makanannya. Keduanya saling mendukung dan nggak bisa dipisahkan.
Dengan memahami perbedaan, manfaat, serta cara memilih produk yang tepat, kamu bisa mendapatkan manfaat maksimal dari probiotik dan prebiotik. Mulai dari pencernaan yang lebih sehat, daya tahan tubuh yang kuat, sampai kualitas hidup yang lebih baik.
Jadi, jangan cuma ikut tren ya. Mulai sekarang, pastikan asupan probiotik dan prebiotik jadi bagian dari gaya hidup sehat kamu.
Baca Juga: Manfaat Edamame untuk Kesehatan, Asal Usul dan Cara Konsumsi




