World Pulses Day 2026: Peringatan 10 Februari dan Manfaat Kacang-Kacangan bagi Kesehatan

World Pulses Day 2026 Peringatan 10 Februari dan Manfaat Kacang-Kacangan bagi Kesehatan

Besok, tepatnya tanggal 10 Februari, masyarakat global akan kembali merayakan momen penting dalam kalender pertanian dan kesehatan dunia. World Pulses Day 2026 hadir sebagai pengingat tahunan akan peran vital tanaman polong-polongan bagi kehidupan manusia dan keberlanjutan planet ini.

Di tengah tantangan krisis iklim dan masalah gizi yang masih membayangi banyak negara, peringatan ini menjadi semakin relevan. Di Indonesia sendiri, perayaan ini lebih akrab disebut sebagai Hari Kacang-Kacangan Sedunia. Momentum ini sering dimanfaatkan oleh pemerintah dan pegiat kesehatan untuk mengampanyekan pentingnya protein nabati lokal yang terjangkau namun kaya manfaat.

Tidak hanya sekadar seremoni, peringatan tahun ini membawa pesan kuat tentang transformasi pangan. Dari dapur rumah tangga hingga kebijakan negara, kacang-kacangan diharapkan tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan sebagai komoditas unggulan masa depan.

Apa Itu World Pulses Day

World Pulses Day 2026 Peringatan 10 Februari dan Manfaat Kacang-Kacangan bagi Kesehatan

World Pulses Day 2026 adalah inisiatif global yang dijalankan di bawah naungan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang manfaat gizi dari pulses atau kacang-kacangan kering sebagai bagian dari produksi pangan berkelanjutan demi ketahanan pangan dan gizi.

Tahun ini, tema yang diusung secara global adalah “Pulses of the world: from modesty to excellence” atau “Kacang-kacangan dunia: dari kesederhanaan menuju keunggulan”. Tema ini dipilih untuk mengubah stigma kacang-kacangan yang dulunya sering dianggap “makanan orang susah” menjadi “makanan super” yang bergengsi karena kandungan nutrisinya yang luar biasa.

Secara teknis, istilah “pulses” merujuk pada biji kering yang dapat dimakan dari tanaman legum, seperti lentil, buncis kering, dan kacang polong. Namun, dalam pemahaman masyarakat umum, istilah ini mencakup spektrum yang lebih luas dari keluarga kacang-kacangan yang menjadi sumber protein nabati utama.

World Pulses Day 2026 Diperingati Setiap 10 Februari

World Pulses Day 2026 Peringatan 10 Februari dan Manfaat Kacang-Kacangan bagi Kesehatan

Pemilihan tanggal 10 Februari untuk World Pulses Day 2026 bukanlah tanpa alasan sejarah. Tanggal ini ditetapkan berdasarkan keberhasilan pelaksanaan Tahun Kacang-Kacangan Internasional (International Year of Pulses) pada tahun 2016. Majelis Umum PBB kemudian meresmikan tanggal tersebut pada tahun 2019 untuk menjaga momentum promosi kacang-kacangan secara berkelanjutan.

Tahun ini, perayaan global dipusatkan di Valladolid, Spanyol. Pemilihan lokasi ini menandai desentralisasi perayaan yang biasanya digelar di markas FAO di Roma, Italia. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya komunitas internasional dalam mengangkat isu kacang-kacangan ke panggung dunia, melibatkan kolaborasi lintas negara untuk mempromosikan keanekaragaman hayati pangan.

Tujuan utamanya tetap konsisten, yaitu menyadarkan penduduk bumi bahwa solusi untuk masalah kelaparan, malnutrisi, dan degradasi tanah sebenarnya ada di sekitar kita dalam wujud biji-bijian kecil yang sering terabaikan. Kacang-kacangan adalah pahlawan tanpa tanda jasa dalam sistem pertanian yang ramah iklim.

World Pulses Day 2026 dan Hari Kacang-Kacangan Sedunia di Indonesia

Meskipun istilah globalnya menggunakan kata “Pulses“, di Tanah Air kita lebih familier menyebut peringatan World Pulses Day 2026 sebagai Hari Kacang-Kacangan Sedunia. Pada dasarnya, kedua istilah ini merujuk pada perayaan yang sama dengan semangat yang serupa. Perbedaannya hanya terletak pada adaptasi bahasa dan jenis komoditas lokal yang menjadi fokus utama.

Di Indonesia, peringatan ini memiliki urgensi tersendiri, terutama jika dikaitkan dengan program pemerintah dalam menekan angka stunting. Pakar gizi dari IPB University, Prof. Ali Khomsan, menyoroti bahwa momentum ini sangat tepat untuk menggalakkan konsumsi kacang hijau dan kacang lokal lainnya. Kacang-kacangan lokal dinilai sebagai “senjata” ampuh yang murah dan mudah didapat untuk memperbaiki gizi anak-anak dan ibu hamil.

Selain itu, relevansi peringatan ini semakin kuat dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai digulirkan secara masif. Integrasi aneka kacang nusantara ke dalam menu harian program ini diharapkan dapat mendongkrak status gizi generasi penerus bangsa sekaligus memberdayakan petani kacang lokal.

Manfaat Kacang-Kacangan bagi Kesehatan

Kacang-kacangan sering dijuluki sebagai superfood karena profil nutrisinya yang padat. Berikut adalah beberapa manfaat utama mengonsumsi kacang-kacangan bagi kesehatan tubuh:

  • Sumber Protein Nabati Terbaik
    Kacang-kacangan menyediakan protein berkualitas tinggi yang penting untuk pertumbuhan sel dan perbaikan jaringan tubuh, menjadikannya alternatif sempurna pengganti daging.
  • Kaya Serat Pangan
    Kandungan serat larut dan tidak larutnya sangat tinggi, yang membantu melancarkan pencernaan, mencegah sembelit, dan menjaga kesehatan usus.
  • Menjaga Gula Darah Stabil
    Dengan indeks glikemik yang rendah, kacang-kacangan dicerna secara perlahan sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis, sangat baik bagi penderita diabetes.
  • Baik untuk Jantung
    Kacang-kacangan umumnya rendah lemak jenuh dan bebas kolesterol, serta kaya akan kalium yang membantu menjaga tekanan darah dan kesehatan jantung.
  • Mencegah Anemia
    Kandungan zat besi, folat, dan vitamin B kompleks di dalamnya sangat penting untuk pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia.

Jenis Kacang-Kacangan yang Sering Dikonsumsi

Di Indonesia, kita diberkahi dengan kekayaan varietas kacang-kacangan yang melimpah. Berikut adalah beberapa jenis yang populer dan mudah ditemukan di pasar tradisional maupun modern:

  1. Kacang Hijau (Vigna radiata)
    Ini adalah primadona dalam menu gizi anak Indonesia. Kacang hijau dikenal mudah dicerna dan rendah risiko alergi. Olahan seperti bubur kacang hijau atau sari kacang hijau menjadi menu andalan di Posyandu untuk mencegah gizi buruk dan stunting.
  2. Kacang Tanah (Arachis hypogaea)
    Meskipun secara botani berbeda dengan pulses, kacang tanah adalah sumber protein dan lemak sehat yang paling umum dikonsumsi masyarakat. Kacang ini kaya akan vitamin E dan magnesium yang baik untuk kesehatan kulit dan metabolisme energi.
  3. Kacang Merah (Phaseolus vulgaris)
    Sering diolah menjadi sup atau hidangan manis seperti es kacang merah. Kacang ini sangat kaya akan serat dan antioksidan yang bermanfaat untuk mendetoksifikasi tubuh dan menjaga kesehatan pencernaan.
  4. Kedelai (Glycine max)
    Bahan dasar tempe dan tahu ini adalah sumber protein nabati yang paling lengkap asam aminonya. Konsumsi kedelai secara rutin dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan kanker tertentu.
  5. Kacang Tunggak dan Kacang Gude
    Jenis kacang lokal ini mulai kembali populer. Kacang gude dan tunggak merupakan tanaman tangguh yang kaya protein dan kalsium, serta sangat adaptif terhadap lahan kering, menjadikannya cadangan pangan masa depan yang potensial.

Pentingnya Kacang-Kacangan dalam Pola Makan Sehat

World Pulses Day 2026 Peringatan 10 Februari dan Manfaat Kacang-Kacangan bagi Kesehatan

Mengintegrasikan kacang-kacangan ke dalam menu harian bukan sekadar tren, melainkan langkah cerdas menuju gaya hidup sehat. Dalam konsep “Isi Piringku” yang dikampanyekan Kementerian Kesehatan, kacang-kacangan (sebagai lauk nabati) menempati porsi penting untuk melengkapi kebutuhan gizi harian yang seimbang.

Pola makan yang kaya akan kacang-kacangan terbukti dapat membantu manajemen berat badan karena efek mengenyangkan yang lebih lama. Selain itu, bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi daging merah demi alasan kesehatan atau lingkungan, kacang-kacangan adalah substitusi terbaik yang tidak mengorbankan asupan protein. Memasak kacang-kacangan bersama sereal (seperti nasi jagung atau roti gandum) bahkan dapat menciptakan profil protein yang setara dengan protein hewani.

Penutup

Peringatan World Pulses Day 2026 besok menjadi pengingat yang tepat waktu bagi kita semua untuk kembali menengok kekayaan pangan lokal. Dari sebutir kacang yang sederhana, tersimpan potensi besar untuk membangun generasi yang lebih sehat dan bumi yang lebih lestari.

Mari jadikan momentum tanggal 10 Februari ini sebagai titik awal untuk lebih sering menghadirkan menu berbasis kacang-kacangan di meja makan keluarga. Dengan memilih kacang-kacangan, kita tidak hanya berinvestasi pada kesehatan tubuh sendiri, tetapi juga turut mendukung petani lokal dan menjaga keberlanjutan lingkungan bagi masa depan. Selamat Hari Kacang-Kacangan Sedunia!

Baca Juga: 15 Makanan Mengandung Serat Tinggi untuk Hidup Lebih Sehat

15 Makanan Mengandung Serat Tinggi untuk Hidup Lebih Sehat