
Peringatan Hari Bidan Internasional yang jatuh pada tanggal 5 Mei 2026 mendatang menjadi momen yang sangat spesial bagi dunia kesehatan. Besok, komunitas global akan kembali memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para bidan yang telah menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi. Peringatan tahun ini membawa sebuah pesan mendesak melalui tema besar yang diusung oleh International Confederation of Midwives (ICM).
Banyak orang mungkin belum menyadari bahwa keberadaan bidan bukan hanya sekadar membantu proses persalinan di ruang bersalin. Padahal, peran bidan sangat penting dalam memastikan sebuah generasi lahir dengan sehat dan berkualitas. Melalui peringatan ini, dunia diajak untuk melihat lebih dekat bagaimana profesi mulia ini bekerja di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
Sejarah Singkat Hari Bidan Internasional
Asal usul peringatan ini bermula dari sebuah gagasan yang muncul dalam konferensi International Confederation of Midwives (ICM) di Belanda pada tahun 1987. Para anggota organisasi tersebut merasa perlu adanya satu hari khusus untuk memberikan apresiasi sekaligus meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya profesi bidan bagi kemanusiaan.
Setelah melalui berbagai proses diskusi, Hari Bidan Internasional akhirnya resmi diresmikan dan mulai diperingati secara global sejak tahun 1992. Sejak saat itu, setiap tanggal 5 Mei, lebih dari 50 negara di seluruh dunia rutin menggelar berbagai kampanye kesehatan. Tujuannya adalah untuk mendorong investasi lebih besar dalam pendidikan dan perlindungan tenaga bidan demi kesejahteraan maternal.
Tema Hari Bidan Internasional 2026: Satu Juta Bidan Lagi

Tahun ini, ICM secara resmi meluncurkan tema besar yaitu “One Million More Midwives” atau dalam bahasa Indonesia berarti “Satu Juta Bidan Lagi”. Tema ini bukan sekadar slogan biasa, melainkan sebuah seruan mendesak berdasarkan data penelitian global terbaru. Dunia saat ini sedang menghadapi krisis tenaga kesehatan, terutama pada sektor kebidanan.
Makna di balik tema ini adalah adanya kekurangan akut sebanyak lebih dari satu juta tenaga bidan di seluruh penjuru dunia. Kekurangan ini berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan reproduksi dan meningkatnya risiko kematian ibu saat melahirkan. Melalui tema ini, para pemimpin dunia diingatkan bahwa investasi pada bidan adalah investasi terbaik untuk masa depan umat manusia.
Data menunjukkan bahwa jika dunia berhasil menambah satu juta bidan yang terampil, jutaan nyawa ibu dan bayi bisa diselamatkan setiap tahunnya. Bidan yang terdidik sesuai standar internasional mampu mencegah hingga 67 persen kematian ibu dan 64 persen kematian bayi baru lahir. Inilah alasan mengapa dukungan terhadap profesi ini menjadi sangat krusial di tahun 2026 ini.
Peran Penting Bidan dalam Masyarakat
Peran seorang bidan sering kali melampaui apa yang terlihat oleh mata publik. Mereka adalah pendamping setia bagi perempuan di setiap fase kehidupannya. Berikut adalah beberapa peran utama yang dilakukan oleh para bidan:
- Mendampingi ibu selama masa kehamilan, proses persalinan, hingga perawatan pascapersalinan secara komprehensif.
- Memberikan edukasi kesehatan yang sangat penting terkait gizi, keluarga berencana, dan asuhan sayang ibu.
- Menjadi pilar utama dalam upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) melalui deteksi dini risiko medis.
- Bertindak sebagai garda terdepan dalam layanan kesehatan dasar, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan sulit dijangkau.
- Mendukung keberhasilan program inisiasi menyusui dini (IMD) dan memberikan konseling menyusui agar bayi mendapatkan nutrisi terbaik.
- Berperan aktif dalam pencegahan stunting melalui pemantauan 1000 hari pertama kehidupan anak sejak masih dalam kandungan.
Makna Mendalam Peringatan Hari Bidan Internasioal
Mengapa peringatan Hari Bidan Internasional ini sangat penting untuk kita rayakan? Hal ini berkaitan dengan rasa syukur dan apresiasi terhadap dedikasi tanpa batas dari para tenaga kesehatan. Di banyak wilayah, bidan sering kali harus bekerja dalam kondisi fasilitas yang terbatas namun tetap mampu memberikan pelayanan dengan penuh kasih sayang.
Peringatan ini juga menjadi pengingat tentang adanya kesenjangan akses kesehatan yang masih terjadi, baik secara global maupun di Indonesia. Kurangnya jumlah tenaga bidan di pelosok desa membuat banyak ibu hamil belum mendapatkan pelayanan standar yang memadai. Oleh karena itu, momen 5 Mei ini juga digunakan sebagai panggung advokasi agar pemerintah terus memperbaiki kesejahteraan dan distribusi bidan.
Di Indonesia sendiri, peringatan tahun 2026 ini juga bertepatan dengan momentum hari ulang tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang ke-75. Sinergi antara organisasi profesi dan pemerintah sangat diperlukan untuk memastikan setiap bidan memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar internasional. Dengan begitu kualitas layanan kesehatan bagi keluarga Indonesia akan semakin meningkat.
Cara Kita Memperingati Hari Bidan Internasional
Masyarakat luas bisa turut berpartisipasi dalam memeriahkan hari besar ini dengan cara-cara yang sederhana namun bermakna. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan:
- Memberikan ucapan terima kasih atau kado apresiasi kecil kepada bidan yang pernah membantu persalinan Anda atau keluarga.
- Membagikan informasi edukatif tentang kesehatan ibu dan anak di media sosial untuk membantu meningkatkan literasi kesehatan publik.
- Mengikuti berbagai kampanye kesehatan digital atau menandatangani petisi global yang mendukung penambahan jumlah tenaga bidan di seluruh dunia.
- Mendukung layanan kesehatan di sekitar Anda dengan cara datang ke Posyandu atau Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
- Menggunakan atribut atau twibbon khusus di profil media sosial sebagai bentuk dukungan moral terhadap profesi kebidanan.
Penutup
Hari Bidan Internasional yang diperingati besok adalah panggilan bagi kita semua untuk lebih peduli pada sistem kesehatan. Bidan adalah jembatan antara harapan dan kehidupan baru yang lahir ke dunia. Tanpa kehadiran mereka, perjuangan seorang ibu dalam melahirkan generasi penerus akan terasa jauh lebih berat dan berisiko tinggi.
Dunia membutuhkan satu juta bidan lagi untuk memastikan tidak ada lagi nyawa ibu yang melayang karena penyebab yang seharusnya bisa dicegah. Mari kita jadikan peringatan tahun ini sebagai momentum untuk memberikan dukungan nyata bagi para pahlawan kemanusiaan ini. Terima kasih kepada seluruh bidan atas dedikasi dan tangan dinginnya dalam menyambut setiap kehidupan baru dengan penuh cinta.
Semoga melalui peringatan ini, profesi bidan semakin dihargai dan mendapatkan posisi yang layak dalam sistem kesehatan kita. Selamat merayakan hari besar ini untuk seluruh bidan di Indonesia dan di seluruh dunia. Mari bersama-sama wujudkan masa depan yang lebih sehat bagi ibu dan bayi.
Baca Juga: BLT Kesra dan Dana Desa, Apa Bedanya? Ini Update Bansos Terbaru Mei 2026
BLT Kesra dan Dana Desa, Apa Bedanya? Ini Update Bansos Terbaru Mei 2026





