
Kabar duka menyelimuti panggung hiburan tanah air setelah komedian senior Temon Templar dikabarkan meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2026. Pemilik nama asli Simson Rarameha Ngadang ini mengembuskan napas terakhirnya pada usia 59 tahun. Berita kepergiannya yang terkesan mendadak ini mengejutkan publik, rekan kerja, serta para pencinta komedi di seluruh Indonesia.
Sebagai seorang aktor dan komedian Indonesia yang berbakat, ia dikenal luas karena karakternya yang jenaka dan selalu berhasil menghibur pemirsa lewat layar kaca. Selama lebih dari tiga dekade berkarier, kontribusi besarnya dalam dunia lawak telah memberikan warna tersendiri bagi industri hiburan tanah air. Kepergian sosok yang ramah dan penuh talenta ini meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga serta para sahabat.
Profil Temon Templar
Membahas profilnya berarti melihat sosok seniman multitalenta yang memiliki latar belakang yang sangat unik. Lahir di Jakarta pada 28 Desember 1966, pria yang akrab disapa komedian Temon ini tumbuh dan besar di ibu kota. Di balik kelucuannya yang spontan di layar kaca, ia ternyata merupakan sosok dengan rekam jejak akademis yang membanggakan.
Ia menamatkan pendidikan menengahnya di SMA Negeri 3 Jakarta, sekolah berprestasi di Jakarta Selatan. Kecerdasannya terbukti saat ia berhasil masuk ke Fakultas Psikologi Universitas Indonesia lewat jalur PMDK. Ia resmi meraih gelar Sarjana Psikologi pada tahun 1995 setelah menempuh masa studi sembilan tahun akibat kendala skripsi.
Sebelum terjun ke dunia seni komedi, ia sempat bekerja secara profesional sebagai staf HRD serta melakukan praktik klinis di sebuah rumah sakit jiwa. Pengalaman mengamati perilaku manusia ini yang kemudian membantunya menciptakan karakter komedi yang natural.
Berikut adalah profil umum mengenai dirinya:
- Nama Lengkap: Simson Rarameha Ngadang
- Nama Panggung: Temon / Temon Templar
- Tempat Lahir: Jakarta, Indonesia
- Usia Temon Templar: 59 tahun saat meninggal dunia
- Latar Belakang Pendidikan: Sarjana Psikologi Universitas Indonesia
- Profesi Utama: Pelawak, aktor, penyiar radio, presenter
Biodata Singkat Temon Templar
Berikut adalah biodata sang komedian yang telah terverifikasi untuk memudahkan pembaca mengenal sosoknya lebih dekat:
- Nama Lengkap: Simson Rarameha Ngadang
- Nama Panggung: Temon Templar
- Tanggal Lahir: 28 Desember 1966
- Tanggal Meninggal: 12 Juli 2026
- Usia: 59 tahun
- Agama: Mualaf (memeluk Islam sejak pernikahan pertama)
- Pendidikan: S1 Psikologi Universitas Indonesia
- Pekerjaan Awal: Penyiar radio di Radio SK pada 1992
- Karya Populer: Sitkom Abdel & Temon Bukan Superstar
- Jumlah Anak: 9 anak dari 6 pernikahan
Perjalanan Karier Temon Templar

Perjalanan karier sang aktor di dunia hiburan tidak dibangun secara instan. Kiprahnya dimulai dari dunia penyiaran radio pada awal dekade 1990-an. Pada tahun 1992, ia resmi bergabung sebagai penyiar radio di stasiun Radio SK (Sentra Kegiatan), sebuah radio humor legendaris di Jakarta. Lewat profesi sebagai penyiar radio ini, ia mulai mengasah bakat komedi dan dikenal luas oleh publik.
Ia perlahan melebarkan sayapnya ke dunia pertelevisian nasional dari radio. Bakat akting dan insting komedinya yang kuat membawa dirinya terlibat dalam beberapa proyek komedi situasi. Namanya pun semakin dikenal di industri hiburan sejak pertengahan dekade 2000-an. Ia juga membintangi film layar lebar seperti Comic 8 (2015) dan Warkop DKI Reborn (2016), serta merilis single komedi Raja Disko pada tahun 2014.
Dikenal Lewat Abdel & Temon
Puncak popularitasnya di dunia hiburan tidak lepas dari duet komedinya bersama Abdel Achrian. Keduanya dipertemukan di Radio SK, di mana Abdel sudah lebih dahulu menjadi penyiar di sana sejak tahun 1989. Dari pertemanan tersebut, mereka mulai sering tampil berdua sebagai pemandu acara dan pelawak panggung.
Duet ini semakin melejit saat membintangi sitkom Abdel & Temon Bukan Superstar yang tayang perdana pada tahun 2008. Sitkom ini menyajikan kisah persahabatan yang penuh dengan kelucuan sehari-hari. Karakter Temon digambarkan sebagai sosok polos, lugu, dan sering memicu kekacauan, sementara Abdel berperan sebagai penengah yang rasional. Kekuatan chemistry yang natural serta gaya komedi yang sederhana membuat pasangan Temon Abdel sangat dicintai oleh masyarakat.
Kabar Meninggalnya Temon Templar
Kabar duka mengenai Temon Templar meninggal dunia terkonfirmasi pada hari Minggu, 12 Juli 2026. Berdasarkan informasi resmi dari pihak keluarga dan manajernya, ia mengembuskan napas terakhir pada pukul 08.42 WIB di RSUD Mampang, Jakarta Selatan. Kepergiannya dirasa sangat mendadak oleh keluarga karena ia tidak menunjukkan tanda menderita sakit parah sebelumnya.
Menurut keterangan sang istri, Mae, almarhum sempat mengeluhkan nyeri dada kiri yang hebat pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Pihak keluarga segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Dokter kemudian menyatakan bahwa ia mengalami serangan jantung akut dan memiliki riwayat penyakit hipertensi.
Setelah disemayamkan di rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, jenazah kemudian dipindahkan ke Gedung Serba Guna GPIB Effatha, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman dilangsungkan di TPU Tanah Kusir unit Kristen pada hari Senin, 13 Juli 2026. Ungkapan duka cita mendalam mengalir deras dari rekan sesama artis seperti Abdel Achrian, Andre Taulany, Bopak Castello, hingga Cak Lontong.
Warisan dan Kontribusi Temon Templar di Dunia Hiburan
Sepanjang hidup mendiang telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi dunia komedi Indonesia. Dedikasi dan karya-karyanya telah menemani perjalanan hidup banyak orang selama lebih dari 30 tahun. Berikut adalah beberapa kontribusi penting dari dirinya:
- Melahirkan Duo Komedi Legendaris
Kolaborasinya bersama Abdel Achrian telah menciptakan salah satu duo komedi situasi yang paling ikonis di televisi Indonesia. - Inspirasi di Dunia Seni
Sebagai lulusan Psikologi UI, ia membuktikan bahwa latar belakang pendidikan tinggi dapat memperkaya performa akting dan komedi secara cerdas. - Kepala Keluarga yang Berdedikasi
Di luar panggung, ia dikenal sangat memprioritaskan pendidikan dan kebahagiaan anak-anaknya.
Penutup
Berpulangnya sang pelawak meninggalkan ruang kosong yang sulit digantikan di dunia hiburan Indonesia. Melalui keluguan karakter yang ia mainkan serta tawa yang ia hadirkan, ia telah berhasil menjadi bagian dari memori indah keluarga Indonesia. Sosoknya akan selalu dikenang bukan hanya sebagai komedian senior yang cerdas dan berbakat, melainkan juga sebagai pribadi yang hangat serta penuh kasih kepada keluarga. Selamat jalan, sang pembawa tawa, karyamu akan tetap abadi di hati kami.
Baca Juga: Hari Koperasi Indonesia 2026: Tema, Logo, Sejarah, dan Makna Peringatan 12 Juli





